Friday, 16 November 2018

Tuba Dibalas Air Susu

Rabu, 12 Oktober 2011 — 22:21 WIB
nah-ini-dia14sept

Kurang apa baiknya Saliman, 38 (bukan nama sebenarnya), ini? Jelas-jelas Kadri, 24 (bukan nama sebenarnya), menyelingkuhi istrinya. Tapi melihat tersangka kelaparan di kantor polisi, masih mau juga membelikan nasi bungkus. Padahal kalau ingat betapa Kadri nindih tubuh istrinya, Ismiati, 27 (bukan nama sebenarnya), mau rasanya mbunuh lelaki sialan ini.Tapi ibarat “tuba dibalas air susu”, biarlah!

Membalas kebaikan orang, itu sudah seharunya. Bagaimana dengan orang yang menjahati kita? Ajaran Islam mengatakan, balaslah kejahatan itu dengan kebaikan. Bukan Allah memperingatkan, “Balaslah perbuatan buruk mereka dengan yg lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.” (Surat Al-Mu’minun: 96). Logikanya, jika kejahatan dibalas dengan kejajahatan, dendam itu takkan habis dan berbalasan terus menerus.

Mungkin terpanggil oleh ayat itu, Saliman menjadi lelaki paling budiman se Kabupaten Wonogiri (Jateng). Bagaimana tidak? Jelas-jelas Kadri ini anak muda yang baru saja ngeloni bininya, tapi ketika diperiksa polisi sampai kelaparan, dengan suka hati Saliman membelikan nasi bungkus pada Kadri. Padahal batinnya mungkin bilang, “Kurang baik apa saya? Istriku sudah kamu makan, tapi aku masih kasih makan kamu juga….!”

Kisah mesum yang membuat orang terkagum-kagum itu bermula dari kesibukan Saliman sebagai pemborong. Dewasa ini dia mendapat proyek pembangunan mesjid di Tirtomoyo. Sadar bahwa itu Rumah Tuhan, Saliman sama sekali tidak berani manipulasi dalam mengerjakan proyek, misalnya nyolong bestek. Jika kayu-kayunya memang harus kamper, ya dipasang kamper. Begitu pula adukan semennya. Bila harus 1:6, ya dipasang 1:6 tidak dibanyakin pasirnya menjadi 1-10. Saliman sadar, main-main dengan proyek Rumah Tuhan, finar (dalam neraka) balasannya.

Nah, karena begitu kontrolnya pada proyek, Saliman jadil lupa ngurus keluarga. Pulang kerja malam, langsung tidur saja, lupa pada “kewajiban” pada istri. Lama-lama Ismiati menjadi sangat kesepian, sehingga kemudian dia main mata dengan Kadri anak muda tetangganya di Desa Sidawayah Kecamatan Tirtomoyo. Di kala suami nongkrongi proyek pembangunan mesjid, mereka malah membangun cinta. Saliman di proyek belum sampai ngecor, Kadri di rumah malah sudah “ngecor” Ny. Ismiati bini sang pemborong.

Lama-lama aksi mesum itu terendus oleh tetangga. Maka beberapa hari lalu, saat Kadri mencoba “ngecor” istri Saliman, warga menggerebeknya. Benar juga, saat digropyok rame-rame, keduanya tertangkap basah sedang tumpang-tindik bak suami istri saja. Kontan mereka diarak ke Polsek Tirtomoyo. Sedangkan Saliman yang masih sibuk di proyek diminta hadir.

Biasa, di kantor polisi pemeriksaan untuk tersangka bisa lama, apa lagi kalau jawabannya berbelit-belit. Berjam-jam diperiksa, baru Kadir bisa keluar pemeriksaan dengan loyo. Melihat kenyataan itu, Saliman tak tega juga. Maka kekasih gelap istrinya itu dibelikan nasi bungkus dan makanlah dengan lahapnya. Habis makan, wajahnya mulai memerah dan tenaganya kuat kembali.

Kuat saja, jangan perkasa, nanti “makan” istrimu lagi, Man! (MT/Gunarso TS)