Friday, 21 September 2018

Papan Reklame Tahan Angin

Rabu, 11 Januari 2012 — 13:19 WIB

Robohnya beberapa pohon dan papan reklame terulang kembali di Jakarta. Kamis lalu saat ibukota dilanda cuaca buruk, hujan lebat disertai angin kencang banyak pohon dan papan reklame yang roboh  . Akibatnya  beberapa mobil jadi korban. Seorang warga tewas terkena sengatan aliran listrik dan beberapa orang lagi luka-luka.

Kejadian itu bukanlah untuk pertama kali, tapi untuk ke sekian kali. Ke sekian kali karena sudah beberapa kali hal serupa terjadi di ibukota. Beberapa tahun lalu, papan reklame ukuran besar roboh ke jalan dan menimpa beberapa mobil. Begitu juga pohon yang sampai terbongkar bersama akar-akarnya. Seharusnya kejadian itu menyadarkan aparat Pemprov DKI untuk segera mengambil tindakan demi keselamatan warga kota.

Aparat Pemprov DKI tak boleh sama sekali menyalahkan alam. Tak boleh beralasan, anginnya kencang sih.  Seharusnya konstruksi papan reklame yang dibangun sudah memperhitungkan  terpaan angin yang akan terjadi. Dalam hal ini, faktor pengawasan yang kurang. Kalau saja sejak awal konstruksi papan reklame itu dibangun  selalu diawasi, rasanya tak mungkin ambruk.

Saya perhatikan papan reklame di Jakarta selalu berukuran persegi empat dalam ukuran besar. Saya bukan insinyur. Saya bukan juga ahli disain. Coba kalau papan reklame persegi empat dalam ukuran besar, didisain sedemikian rupa ada lobang-lobang untuk angin bisa lolos.

Atau misalnya papan reklame dibuat bulat dan lobang di tengahnya. Jadi tak harus persegi empat. Pasangnya juga kenapa tidak miring ke atas. Tidak tegak lurus. Jadi terpaan angin tidak begitu kuat. Kayak mobil, kan kaca depannya tidak dibikin rata, tapi melengkung. Tentu itu bukan tugasnya aparat  Pemprov DKI. Tapi tak salah kalau hal itu  disarankan kepada mereka yang mau pasang papan reklame ukuran besar di Jakarta.

Tugas dan kewajiban aparat Pemprov DKI adalah memberikan keselamatan kepada warga kota. Apapun yang dibangun kalau sudah menyangkut keselamatan umum harus diawasi betul. Saya tidak tahu persis, apakah aman kalau misalnya ada papan reklame dibangun di atap rumah?

Kawan saya di Kelapa Gading, katanya ketik-ketir kalau sudah hujan lebat dan angin kencang. Ia takut menara yang dibangun di atas rumah tetangganya roboh. Sebab kalau roboh, pasti menimpa rumahnya.

Robohnya pohon dan papan reklame yang terjadi Kamis lalu hendaknya semakin menyadarkan aparat Pemprov DKI lebih awas dan peduli dengan keselamatan warga kota.  Saya kira warga kota cuma berharap kejadian itu jangan sampai terulang kali. Kecuali  kalau ada gempa kuat.  Kalau sampai terjadi lagi, yah memang sudah nasib warga kotalah