Saturday, 17 November 2018

4 Pembobol ATM DIBEKUK

Kamis, 12 Januari 2012 — 17:00 WIB
sub-dibekuk

DEPOK (Pos Kota) – Komplotan penjahat spesialis pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) asal Palembang, Sumatra Selatan di sejumlah kawasan Jabodetabek sibekuk oleh petugas reserse Polresta Depok, Kamis (12/1) pagi. Dari tangan keempat tersangka, polisi berhasil menyita sejumlah alat bantu kejahatan berikut delapan stiker bank swasta dan Negeri yang telah dipalsukan.

Keempat tersangka itu adalah Edwin, 27, Dian Daya, 23, Ervan alias Ilham, 21, dan Daud Kasadi, 30, diringkus anggota buser saat tengah berada di kawasan Gang H. Sayihan, Kp. Cikaret, RT 05/06, Cibinong, Kab. Bogor.

Menurut Kombes Mulyadi Kaharni, Kapolresta Depok, dalam aksinya berjumlah enam orang. Dua pelaku berhasil kabur dan masih dalam pengejaran pihak kepolisian berinisial AR dan JN. “Kita sudah mengetahui keberadaan pelaku, sedang dalam pengejaran,”ujarnya kepada Pos Kota di depan Ruang Data Polresta Depok.

Saat petugas mengintrogasi keempat pelaku, setidaknya ada 10 mesin ATM yang dibobol pelaku. Cara kerja pelaku ini adalah dengan cara melekatkan lem cair dalam lubang kartu. Saat korbannya panik, karena kartu ATM-nya tertelan seorang pelaku berpura-pura sebagai petugas menyarankan untuk menghubungi nomor costumer yang tertera di stiker yang tertempel di dinding mesin ATM.

Salah satu pelaku JN yang berhasil lolos dari penyergapan polisi,berperan sebagai costumer service. Ketika korban yang menelepon, JN meminta nomor PIN kartu. Lalu korban diarahkan sesuai perintah JN, setelah korban lengah dengan cara untuk disuruh pulang dengan alasan kartunya sudah diblokir. Langsung menyuruh keempat tersangka yang bertugas di lapangan kartu yang tersangkut di mesin atm di ambil paksa, lalu menguras uang korban.

“Ternyata nomor yang dihubungi si korban adalah akal-akalan si pelaku. Dan customer service yang mereka hubungi pun palsu, alias masih satu komplotan. Alhasil, kartu dipegang, nomor PIN pun dapat. Habislah uang si korban.”

Dari keterangan yang didapat, ke enam pelaku mempunyai peran masing-masing. Tersangka, AR merupakan otak dari seluruh aksi pembobol dan pencairan uang di ATM. Sedangkan, JN yang kini masoh buron, berperan sebagai costumer bank palsu, Ervan berperan menebarkan lem di mesin ATM, bersama Dian.

“Kalau Daud dan Edwin sebagai tim pemantau. Sedikitnya, ada 10 mesin ATM yang berhasil mereka bobol. 4 di Depok, 2 di wilayah Bekasi, 1 di Bogor, 1 di Tangerang, dan dua lainnya di Jakarta Selatan,” kata Mulyadi.

Setiap menjalankan aksinya, pelaku selalu membobol mesin ATM dari bank ternama. Diantaranya, Bank Mandiri, BNI 46, BRI, dan ATM Bersama. Akibat ulah pelaku, kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta-an.

Aksi terakhir yang dilakukan pelaku ialah di sebuah mesin ATM BRI di SPBU Cisalak, Jl. Raya Bogor awal Desember lalu.“Korban atas nama Wahyudin. Aksi mereka sempat terekam kamera CCTV yang terpasang di dekat kabin mesin. Berangkat dari situlah akhirnya pengejaran kami berjalan mulus. Masing-masing dari mereka mengaku mendapt jatah, Rp 2 juta hingga Rp 5 juta untuk tiap kali aksi.akibat ulahnya, tersangka bakal terjerat ancaman diatas 5 Tahun penjara,” demikian Mulyadi. (angga/b)