Thursday, 15 November 2018

Ilmuwan Nuklir Meninggal, Iran Desak PBB

Kamis, 12 Januari 2012 — 20:25 WIB
PBB

NEW YORK (Pos Kota) – Duta Besar Iran untuk PBB, Mohammad Khazaei menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tindakan tidak manusiawi terorisme terhadap para ilmuwan Iran,  dan mendesak PBB mengutuk dan mengambil langkah-langkah serius menyikapi aksi teror yang disponsori asing itu.

Dalam sebuah surat untuk Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Rabu (11/1) utusan Iran mendesak Dewan Keamanan PBB dan badan-badan internasional lainnya untuk mengadopsi strategi yang diperlukan untuk memberantas terorisme dalam segala bentuk.

Mengutip upaya pembunuhan para ilmuwan Iran sebelumnya, Khazaei mengatakan ada bukti kuat bahwa agen-agen asing berada di balik aksi teror yang bertujuan membatasi program nuklir Iran dengan dalih bahwa diplomasi tidak dapat menghentikan kegiatan nuklir negara itu.

Dia mencatat agen asing tersebut tidak akan bisa mencabut hak legal Republik Islam mengenai program nuklir damainya, seraya menekankan bahwa mereka berusaha melaksanakan operasi-operasi rahasia termasuk pembunuhan ilmuwan nuklir dan serangan militer lainnya.

Setiap tekanan politik dan ekonomi maupun aksi terorisme terhadap ilmuwan nuklir Iran tidak akan bisa menghalangi bangsa Iran dari haknya.

Pada 11 Januari, seorang pengendara motor yang tidak diketahui memasang bom magnetik di mobil ilmuwan Iran Mostafa Ahmadi Roshan dekat bangunan perguruan tinggi Allameh Tabatabaei University di Tehran.

Ahmadi Roshan tewas  di lokasi kejadian dan sopirnya yang mengalami cidera, meninggal beberapa jam kemudian di rumah sakit.

Ahmadi Roshan adalah lulusan fakultas teknik kimia Universitas Teknologi Sharif Tehran dan menjabat sebagai wakil direktur pemasaran di fasilitas nuklir Natanz Iran.

Pada bulan November 2011, beberapa calon presiden AS secara terbuka mengungkapkan ancamannya menyerang Iran dengan melakukan berbagai operasi rahasia mulai dari membunuh ilmuwan nuklir Iran hingga meluncurkan serangan militer terhadap Iran serta melakukan sabotase terhadap program nuklir Tehran.

Pada bulan November, 2010, serangan teroris menyebabkan ilmuwan Iran Majid Shahriari tewas, dan Dr Fereydoun Abbasi, direktur Organisasi Energi Atom Iran cidera.

Profesor Masoud Ali Mohammadi, seorang ilmuwan Universitas Tehran juga  tewas dibunuh dalam sebuah aksi teror bom sepeda motor di ibukota Iran pada Januari 2010.(IRIB/dms)