Kamis, 12 Januari 2012 15:23:31 WIB

Tol Bandara Dijamin Tidak Banjir

Fauzi Bowo Tinjau Waduk03-N

JAKARTA (Pos Kota) – Banjir besar yang melanda Jakarta 2007 mengakibatkan Jalan Tol Prof. Sedyatmo terendam. Akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hattapun terputus.

Pengalaman buruk tersebut menjadi pelajaran bagi Pemprov DKI Jakarta untuk segera melakukan pembenahan. Pompa Air Tanjungan berkapasitas 12 meter kubik perdetik dibangun.

“Sekarang saya jamin kejadian 2007 lalu tidak akan terulang di jalan tol ini,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, saat meninjau kesiapan dan kesiagaan fasilitas sarana dan prasarana pengendalian banjir di Pompa Air Tanjungan, Jakarta Utara, Kamis (12/1).

Orang nomor satu di ibukota ini menjelaskan pada tahun 2007 lalu, akses jalan tol bandara sempat terputus karena tergenang banjir cukup besar. Saat itu, curah hujan sangat tinggi, sehingga air hujan mengalir ke jalan tol dan banjir yang mengakibatkan kendaraan bermotor tidak bergerak sama sekali.

Adapun pompa Air Tanjungan mampu mengendalikan air untuk luas area 385 hektar. Ketika hujan, air akan meluncur ke jalan tol dan langsung disedot dengan tiga pompa ulir yang dapat menyedot air totalnya 12 m3 per detik.

Dengan kapasitas pompa tersebut, mampu mengeringkan jalan tol bandara dengan cepat.

Tidak hanya itu, Pemprov DKI bersama PT Jasa Marga juga membangun long storage atau penampungan air hujan di sepanjang sisi utara jalan tol bandara. Long storage ini berfungsi menampung aliran air hujan sehingga tidak masuk ke jalan tol.

Selain meninjau Pompa Air Tanjungan di Jalan Tol Prof Sedyatmo, Fauzi juga meninjau Pompa Sunter Timur 1 Kodamar, Jakarta Utara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Ery Basworo, mengaku seluruh rumah pompa siap untuk mengendalikan banjir. “Secra akeseluruhan pompa-pompa ini siap menyedot air di pemukiman untuk dibuang ke laut,” tandas Ery.

Sementara itu untuk Pompa Sunter Timur 1 Kodamar, Jakarta Utara, Ery menjelaskan, terdiri dari tiga unit berjenis axial pump.. Kapasitas satu pompa mampu menyedot air 1,3 m3 per detik, atau total 3 unit pompa mampu menyedot air sebanyak 3,9 m3 per detik.

Pompa ini akan menyedot air ke Waduk Sunter seluas 8 hektar kemudian dibuang ke laut. Rumah pompa ini mempunyai area tangkapan yang lebih kecil dibandingkan Pompa Air Tanjungan, yaitu hanya 200 hektar untuk kawasan Kelapa Gading bagian Barat. (guruh/dms)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.