Wednesday, 26 September 2018

Bayi Meninggal, RSUD Koja Dikeluhkan

Jumat, 13 Januari 2012 — 20:25 WIB
wandi-a

KOJA (Pos Kota) –  Pelayanan RSUD Koja kembali dikeluhkan. Yusuf, anak pasangan Yuswanto,29  dan Kokom,24 warga Jalan Warakas IV, RT 11/11, Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang baru delapan hari dilahirkan  meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Koja karena kurang mendapat pelayan yang memuaskan dari pihak rumah sakit tersebut.

Yuswanto,29,  ayah korban mengatakan, istrinya memang melahirkan secara prematur di Puskesmas Warakas pada Selasa (3/1) pukul 02.05. Karena prematur bayi mungil yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki ini membutuhkan inkubator. Sayangnya fasilitas itu tak tersedia di Puskesmas. Sehingga harus dirujuk ke RSUD Koja.

“Saat itu ada dua suster yang akan menemani anak saya untuk dirawat ke RSUD Koja. Namun anehnya dalam perjalanan di tengah jalan salah seorang susternya malah meminta agar bayi tersebut dirawat di RS Hermina Sunter. Saat itulah saya bingung kenapa harus ke RS Hermina. Dan saat berada di RS itupun bayi saya dirawat di UGD dan Dimintai dana sebesar Rp4 juta/malam,” katanya.

Lantaran biayanya cukup besar, akhirya Yusmanto akhirnya  memilih membawa pulang bayinya. Namun sebelumnya ia telah mengeluarkan uang perawatan dan lainnya hingga Rp1,7 juta. “Saya langsung merawat anak saya di rumah dengan alat seadanya. Habis gimana saya ga ada biaya untuk merawat di rumah sakit anak saya,” jelas bapak dua anak tersebut.

Selama, sepekan menjalani perawatan di rumah, kata pria yang mengaku bekerja sebagai buruh harian di Pelabuhan Tanjungpriok kesehatan anak laki-lakinya itu  membaik.  Namun pada Selasa (10/1) kondisi Yusuf memburuk dan kedua orangtuanya kembali membawanya ke puskesmas. Beberapa saat menjalani perawatan korban  langsung di rujuk ke RSUD Koja.

Hanya saja saat dirawat di ruang UGD, kata Yuswanto, Yusuf tak mendapatkan penanganan yang baik dan memadai oleh tim dokter. Namun setelah ia mengeluarkan biaya perawatan barulah dokter bersedia memberikan perawatan. Anehnya setelah tim dokter mengambil sampel darah dari Yusuf,  kondisinya malah drop.

Tapi kata suami Kokom, usai anaknya diambil sampel darah kondisi Yusuf semakin drop dan badannya panas tinggi. Setelah itu tim dokter merawatnya di inkubator. Namun sekitar pukul 03.30 Wib tim dokter kembali mengambil sampel darah dari Yusuf meski kondisinya tengah drop,” kata Yuswanto sambil berurai air mata.

Setelah pengambilan sampel darah untuk kedua kalinya,  kata Yuswanto, kondisi anaknya kian drop dan kritis. Bahkan Yusuf mengaku tak tega saat melihat anak keduanya itu menahan sakit di dalam inkubator. Apalagi ia merasa khawatir dengan kondisi anaknya yang kian kritis. Dan kekhawatiran Yuswanto akhirnya menjadi kenyataan lantaran Yusuf dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 06.30 Wib.

“Saya heran dengan tindakan tim dokter dari RSUD Koja yang telah mengambil sampel darah anak saya hingga dua dalam waktu yang sangat berdekatan. Padahal saat itu kondisi anak saya tengah drop. Tapi tim dokter memaksa untuk mengambilnya lagi. Saat itulah anak saya kritis dan meninggal dunia. Saya memang tidak mengangapnya sebagai mal praktek hanya saja tindakan yang dilakukan tim dokter tidak memperhatikan kondisi pasien,” akunya.

Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Koja Togi Aswar Sinaga, ketika di konfirmasi mengaku dirinya belum mengetahui.  “Saya belum mengetahui masalah ini. Namun saya akan segera melakukan pengecekan,” kata Togi.

Ia juga menyatakan jika data pasien itu tak jelas. “Data pasien tersebut tak jelas,” kata Togi melalui pesan singkat telepon genggamnya.

Sementara itu, Togi menambahkan, saat dirinya melakukan pengecekan dalam tiga hari ini tidak ada yang meninggal dunia. Tapi di ruangan NICU pada tanggal 11 Januari ada yang meninggal bayi Ny Siti Komarian yang masuk kerumah sakit dengan penyakit gejala Sepsis. Namun, keluarga korban sampai saat ini belum menyelesaikan pembayaran.

“Jadi tidak ada uang muka,  mungkin tagihan itu dari IGD, meski begitu saja masih mencari medical repornya,” jelas Togi via pesan singkatnya.

(wandi/sir)