Sunday, 23 September 2018

Buang Sampah Sembarangan Didenda Rp2 Juta

Jumat, 13 Januari 2012 — 18:27 WIB
sampah-n2

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan peraturan daerah (perda) tentang Persampahan untuk menindak warga Jakarta yang terbiasa membuang sampah sembarangan. Saat ini, draft rancangan perda (raperda) tentang persampahan ini sudah selesai dan akan diajukan ke Badan Legislasi Daerah (Balegda) tahun 2012 mendatang.

Jika sudah disahkan menjadi perda, warga yang membuang sampah ke jalan, sungai, jalur hijau, atau sarana umum lainnya dikenakan pidana kurungan maksimal 60 hari atau denda maksimal Rp2 juta. Perdab tersebut akan diajukan karena kesadaran warga masih kurang. Hal tersebut terbukti 13 sungai yang mengalir ke Jakarta penuh dengan sampah. Hal tersebut dapat di lihat di seluruh pintu air.

”Ini segera kita ajukan untuk mengatasi persoalan sampah di Jakarta. Warga Jakarta banyak yang membuang sampah seenaknya di Kali. Himbauan saja ternyata tidak cukup. Sebab itu, perda ini akan memuat sanksi bagi warga yang membuag sampah ke sungai,”kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna.

Dalam Raperda tersebut juga akan diatur kewajiban penggunaan kantong dan kemasan plastik ramah lingkungan. Kemudian, pihak yang tidak menggunakan sarana dan prasarana ramah lingkungan akan dikenakan sanksi denda dan pidana.
Selain itu juga mengenai penggunaan plastik daur ulang bagi para retailer kelas menengah ke atas. Sedangkan untuk pasar tradisional belum bisa dipaksakan menggunakan plastik daur ulang karena biaya produksi kantor plastik ramah lingkungan tersebut masih sangat mahal.

“Draft raperdanya sudah ada dan akan kita ajukan pada tahun depan. Isi raperda tersebut lebih difokuskan masyarakat dan pengembang harus diberdayakan dalam pengolahan sampah dalam kota dan penggunaan plastik daur ulang,” ungkapnya.
Sementara itu, H.Ferial Sofyan, ketua DPRD DKI Jakarta, meminta supaya aparat pemprov di tiap kelurahan aktif melakukan pemantauan. “Sebelum Perda disahkan, aparat pemprov harus aktif melakukan pengawasan,”katanya.

Menurut Ferial,  pengawasan harus dilakukan pada titik-titik yang rawan sampah. “Lurah juga harus aktif  melakukan sosialisasi kepada warganya. Jalin pendekatan yang baik dengan pengurus RT/RW,”tandasnya.

(john/sir)