Monday, 24 September 2018

Kejaksaan Agung Rekrut Akuntan

Jumat, 13 Januari 2012 — 18:13 WIB
Akuntan-n

JAKARTA (Pos Kota) – Guna menghindari ketergantungan dengan BPKP
(Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), maka Kejaksaan Agung akan merekrut para akuntan agarĀ  berkas perkara korupsi tidak mandek,
semata karena belum adanya audit BPKP.

“Mungkin, tahun 2013 sudah kita bisa rekrut dan ditempatkan di setiap
kejaksaan negeri (Kejari) se-Indonesia. Sekarang kan masih moratorium
(penghentian sementara) penerimaan pegawai,” kata Jaksa Agung Basrief
Arief di Kejagung, Jumat.

Menurut dia, rekrutmen akuntan ini didasarkan kepada kebutuhan untuk
penghitungan kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi yang
disidik, sehingga penuntasan tidak terkendala waktu serta percapatan
penanganan perkara korupsi.

“Ini rencana ke depan jangka panjang seperti itu, sehingga nanti kita
sudah dapat menghitung kerugian negara. Itu dalam rangka percepatan.
Kalau kita terus-terusan minta BPKP, didaerah kadan-kadang menimbulkan
kesulitan, kita bisa atasi. Itu jangka panjang.”

Basrief menjelaskan sebelum ini, pihaknya sudah menandatangi
kerjasama dengan BPKP dan telah diperbantukan untuk audit keuangan dan
ditempatkan di Jaksa Agung Muda Pembinaan.

“Kita juga akan tempatkan tiga orang auditor BPKK di pidan khusus
(Pidsus) dan pengawasan, dalam waktu dekat. Masing-masing tiga
auditor. Jadi sementara di dua bagian itu dan sudah saya teken untuk
diminta dari BPKP.”

Dia menambahkan tenaga auditor di bagian pembinaan sudah menduduki
jabatan eselon dua dan kini diperluas ke eselon tiga. “Mereka
diperbantukan ke kita selama tiga tahun sampai yang di dalam
(Kejagung) menguasai masalah audit.”

Sebelum ini, masalah audit menjadi masalah dalam penuntasan perkara korupsi, mulai kasus divestasi saham PT KPC dengan tersangka Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, perkara korupsi KPT berbasis NIK dengan tersangka Irman Dkk. (ahi/dms)