Friday, 21 September 2018

Menunggu Janji KPK

Jumat, 13 Januari 2012 — 11:32 WIB

ADA dua tamu penting yang berkunjung ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jl HR Rasuna Said, Jakarta, dalam dua hari terakhir. Rabu (11/1) lalu, tokoh lintas agama menyambangi KPK. Esok harinya, Timwas Century DPR yang bertamu ke KPK.

Tokoh lintas agama datang untuk mendukung KPK dalam memberantas korupsi. Mereka menyerukan kembali komitmennya agar KPK menuntaskan kasus – kasus besar korupsi.

Kasus besar yang dimaksud di antaranya skandal Century, kasus wisma atlet, kasus Hambalang, kasus Banggar dan isu rekening gendut. Tokoh lintas agama ini pun bukan hanya menuntut dan mendesak, tetapi siap membantu jika diperlukan.

Kesediaan ini bagian dari tangggungawab sebagai anak negeri untuk menyelamatkan aset negara dari rongrongan para koruptor. Langkah ini dilakukan karena korupsi sudah dalam tahap membahayakan  bangsa.

Tak heran jika masyarakat gemes menyaksikan masih ngambangnya proses hukum sejumlah dugaan kasus korupsi, tak terkecuali kasus Century.

KPK yang telah melakukan penyelidikan belum menemukan unsur pidana korupsi terkait kasus Century.Kesimpulan KPK inilah yang membuat kecewa Timwas Century DPR sehingga meminta Badan pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai kewenangannya untuk melakukan audit forensik kasus Century.

Untuk memberikan dukungan pengusutan, Timwas Century DPR, kemarin (12/1) menggotong dokumen terkait skandal Century kepada KPK. Hanya satu harapan dari wakil itu kepada KPK, yakni penuntasan kasus Century yang diduga melibatkan banyak pihak.

Sekarang tinggal KPK apakah cukup bukti untuk menjerat sejumlah pihak yang  selama ini diduga ikut terlibat.

Alasan bahwa  proses hukum dapat berjalan dengan mulus jika disertai cukup bukti tidak bisa dipatahkan. Tetapi bahwa  kasus Century ini lebih kental muatan politisnya, sulit juga terbantahkan.

Bahkan, masih tersendatnya penuntasan kasus Century tidak bisa dilepaskan karena adanya tarik menarik kepentingan politik.

Apa pun alasanya, rakyat tetap menunggu kelanjutan kasus yang sudah akrab di telinga masyarakat ini. Meski Ketua KPK, Abraham Samad menjamin kasus  bailout Rp6,7 triliun itu tidak akan dipetieskan, tetapi belum cukup teruji, jika tidak disertai bukti. Kita berharap skandal Century segera tuntas, sebelum habis kesabaran rakyat. (*)