Tuesday, 11 December 2018

Pemkot Surabaya Pesan 4 Mobil Esemka

Jumat, 13 Januari 2012 — 15:41 WIB
mobil-13

SURABAYA (Pos Kota)-Mobil Esemka buatan siswa SMKN 2 Surabaya yang tak mau kalah dengan anak SMK Solo ternyata mendapat tanggapan khusus dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Tetapi dari pihak walikota sendiri tidak bisa memesan mobil esemka tersebut. “Kami memesan untuk ditempatkan di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dulu,” katanya , Jumat (13/1/2012)

Menurut dia, Pemkot Surabaya terus mempopulerkan perkembangan mobil Esemka buatan siswa SMKN 2 Surabaya. Bahkan Pemkot memesan juga mobil rakitan siswa SMK berbentuk roda tiga untuk kelancaran layanan publik yang menurutnya lebih bermanfaat bagi masyarakat terutama masyarakat Surabaya itu sendiri. “Kami akan memesan dalam jumlah banyak, yang disebar ke beberapa SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah),” ujarnya.

Pemesanan mobil esemka secara massal yang dilakukan pemkot untuk jenis roda tiga tetap masuk dalam mekanisme lelang melalui prosedur yang telah ditentukan.

Mobil rakitan siswa SMK yang akan dipesan Pemkot berbentuk roda tiga. Mobil roda tiga ini untuk kerja di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD). “Kalau untuk yang roda tiga kami akan memesan dalam jumlah banyak, itu nantinya disebar ke beberapa SKPD,” kata Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Dikatakanya,saat ini siswa di SMKN 2 Surabaya baru membuat prototipe mobil berbentuk pick up. Langkah awal itu cukup menjanjikan dengan penambahan jenis baru yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemesanan secara massal yang dilakukan Pemkot untuk jenis roda tiga tetap masuk dalam mekanisme lelang. Karena harus ada prosedur yang tetap dijalani untuk pengadaan mobil di lingkungan Pemkot.

Selain itu, katanya, Pemkot juga akan membantu dalam pengurusan hak paten mobil Esemka. “Kami tetap mengedepankan teknologi dan kelayakan. Jadi perlu dilakukan test drive terlebih dahulu,” tegasnya.
Dia juga menjelaskan, dirinya tak keberatan memakai mobil dinas buatan siswa SMK. Sejak menjabat sebagai Walikota, ia mengaku tak pernah keberatan memakai berbagai jenis mobil untuk keperluan dinas sehari-hari. “Naik angkutan kota (angkot) saja saya tak keberatan,” cletuknya.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Sachiroel Alim Anwar mengatakan, hasil karya siswa SMKN 2 patut diberikan apresiasi. Ini kemajuan yang membawa perubahan besar di lingkungan SMK dalam menjawab kemajuan teknologi. Kemampuan siswa SMK juga tak bisa dianggap remeh dalam mengikuti perkembangan teknologi serta update kemampuan.

Sebagai langkah awal, mobil Esemka itu harus dilakukan ujicoba terlebih dahu. Kalau memang sudah lolos uji, maka semua pihak bisa membantu pemasaran. “Kami juga tak keberatan untuk membelinya. Tinggal tunggu hasil tes drive-nya nanti,” ungkapnya.

(nurqomar/sir)