Wednesday, 14 November 2018

Mandor Tewas DITIKAM

Sabtu, 14 Januari 2012 — 23:20 WIB
man

KOJA (Pos Kota) – Sebilah pisau masih nancap di dada mandor. Ia ditemukan terkapar di aspal jalan sebuah gang kawasan Koja, Jakarta Utara, Sabtu (14/1). Warga sekitar yang melihat, menggotong tubuh berlumuran darah itu ke rumah sakit terdekat. Naas, belum sempat menjalani perawatan, pria berusia 31 tahun itu sudah menghembuskan nafas .

Beberapa warga yang dimintai keterangan mengaku sempat melihat korban terlibat adu mulut dengan seorang pria lain, yang diduga anak buahnya.

Kematian Casmita, bapak dua anak yang dikenal berprofesi sebagai mandor Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Priok, ini kontan menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi Fitria, 26, sang istri.

“Sehari sebelumnya bapak sempat didatangi alah satu anak buahnya yang bernama Oji. Saat itu mereka terlihat sedang berbicara serius,” paparnya saat ditemui di kediamannya Kompleks UKA, RT 01/08, Kel Tugu Utara.

ULAH ANAK BUAH
Menurut Fitria, ada persoalan di tempat kerja yang sempat didengarnya dari almarhum suaminya. Dari informasi yang dihimpun, persoalan itu dipicu oleh ulah sejumlah anak buah korban yang dituding telah menjual kartu pass kepada orang lain di luar organisasi TKBM tanpa sepengetahuan Casmita. “Kartu itu semacam surat izin untuk bisa bekerja di pelabuhan. Kalau tidak memiliki kartu tersebut tidak bisa bekerja di area pelabuhan,” tutur Fitria.

Belakangan perilaku tak terpuji itu diketahui Casmita. Diduga persoalan itulah yang menjadi pemicu keributan antara korban dengan si pelaku. “Kejadiannya selepas Maghrib. Sebelumnya suami saya sempat pulang ke rumah dan kembali keluar. Sampai akhrinya saya mendapat kabar kejadian ini,” kata Fitria.

Saat ditemukan warga, sebilah pisau dapur tanpa gagang masih menancap di dada Casmita Ketika itu korban terlihat masih bernafas, sehingga wara memutuskan untuk membawa Casmita ke RS Tugu Pelabuhan Koja.

“Diduga kehabisan darah, nyawa korban tak tertolong sebelum mendapat perawatan,” ujar Kapolsek Koja, Kompol Agung Sudarsana. “Kami belum bisa memastikan kalau pelakunya anak buah korban. Semua masih dalam penyelidikan.” (yahya/b)