Friday, 16 November 2018

Presiden Ma Ying-jeou Terpilih Lagi

Sabtu, 14 Januari 2012 — 21:44 WIB
Pres.Taiwan

TAIPEI (Pos Kota) – Presiden Taiwan yang masih menjabat, Ma Ying-jeou, menang dalam pemilihan presiden hari Sabtu (14/1) sementara saingan terdekatnya, Tsai Ing-wen, mengaku kalah.

Menurut Komisi Pemilihan Pusat, Ma memperoleh 51,6% suara dari 99% suara yang telah dihitung. Tsai Ing-wen memperoleh 45,6% dan kandidat ketiga, James Soong, hanya memperoleh 2,8%.

“Kita telah menang,” kata Ma, 61, kepada para pendukungnya di markas partai.

“Selama empat tahun mendatang, hubungan lintas selat akan tenang dengan sikap saling percaya lebih tinggi dan peluang konflik akan berkurang,” tambahnya setelah hasil penghitungan suara menunjukkan dia unggul dari saingan terdekatnya.

Ma Ying-jeou menegaskan kemenangan ini bukan kemenangan pribadi tetapi kemenangan untuk rakyat Taiwan dan “kemenangan untuk jalan menuju integritas, kemakmuran dan perdamaian”.

Pemimpin Partai Progresif Demokratik Tsai Ing-wen mengaku kalah dan menyatakan mundur sebagai ketua partai.

“Kami meminta maaf mengecewakan Anda, usaha kita tidak cukup,” kata Tsai Ing-wen kepada para pendukung.

Dia akan tercatat sebagai presiden wanita pertama di Taiwan seandainya menang.

Tsai Ing-wen sebelumnya mengatakan pendekatan Ma Ying-jeou terhadap Cina bisa membahayakan kedaulatan Taiwan. Cina selama ini menganggap Taiwan sebagai provinsi yang membangkang.

Peneliti di Institut Asia Pasifik, Beijing Dr Xu Liping mengatakan kemenangan Presiden Ma untuk masa jabatan kedua menunjukkan bahwa pendekatan yang ditempuh selama ini didukung oleh mayoritas rakyat Taiwan.

“Dalam kepemimpinan Presiden Ma di Taiwan selama tiga tahun ini, Taiwan dan daratan Cina itu merupakan daerah perdamaian dan hubungan perekonomian meningkat. Ini sangat bermanfaat bagi pedagang-pedagang Taiwan dan juga meningkatkan taraf kehidupan rakyat Taiwan,” kata Dr Liping kepada BBC Indonesia.

Mayoritas rakyat Taiwan, lanjut Dr Liping, kurang setuju dengan kebijakan yang diusung oleh Tsai Ing-wen untuk melindungi kepentingan Taiwan sendiri dan juga untuk lebih merdeka dari daratan Cina.

Di bawah komando Presiden Ma, kebijakan yang akan ditempuh pemerintah Taiwan selama empat tahun mendatang kemungkinan tidak akan berubah.

“Saya rasa dia akan meneruskan kebijakan yang baik antara Taiwan dan daratan Cina. Yang penting itu mempererat hubungan perekonomian antara Taiwan dan daratan Cina,” jelas Dr Liping.

Adapun di bidang politik, Presiden Ma, kata Dr Xu Liping, tidak akan menyuarakan kemederkaan Taiwan dari Cina dan hal ini akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak serta bagi perdamaian di Asia Pasifik. (bbc/dms)