Sabtu, 14 Januari 2012 20:42:37 WIB

Serang Waspada Banjir

banjir14

SERANG (Pos Kota) – Sejumlah di daerah di Kabupaten Serang, Banten khususnya yang berada dilintasan Sungai Ciujung diminta waspada banjir. Pasalnya, Bendungan Pamarayan yang selama ini berfungsi sebagai pengatur aliran air Sungai Ciujung saat ini dalam posisi sudah sangat membahayakan. Posisi arus air di bendungan ini sudah jauh diatas kondisi normal.

“Normalnya diangka 700 meter per detik, tapi saat ini luapan air yang keluar dari bendungan ini mencapai angka 2140 meter per detik,” ujar Kapolsek Pamarayan, AKP Mulya Jaya, saat dihubungi Pos Kota, Sabtu (14/1).

Menurutnya hujan yang mengguyur wilayah Banten dalam beberapa hari sebelumnya, menjadi penyebab naiknya debit Bendung Pamarayan hingga mencapai peningkatan 2140 meter kubik per detik. “Artinya ini menjadi peningkatan debit air yang luar biasa. Dikhawatir jika hujan kembali terjadi, bendungan ini jebol dan air akan menerjang wilayah yang berada di hilir,” terang Kapolsek seraya mengatakan dirinya bersama petugas jaga bendungan Pamarayan terus memantau kondisi air.

Pantauan Pos Kota, daerah-daerah di Kabupaten Serang yang berada di lintasan Sungai Ciujung yakni Kecamatan Cikeusal, Pamarayan, Kragilan, Carenang dan Tirtayasa. Meski luapan air sungai belum merendam perkampungan warga, namun kondisi sudah sangat membahayakan dikarenakan luapan air sudah merendam bantaran sepanjang Sungai Ciujung.

Kapolres Serang AKBP Ady Soeseno mengatakan pihaknya sudah memerintahkan kepada para kapolsek, khususnya yang berada dilewati lintasan Sungai Ciujung agar waspada dan terus berkordinasi dengan muspika atau dengan para kepala desa. “Jangan lengah, kalau perlu siapkan kentongan untuk mengantisipasi adanya banjir,” kata Kapolres seraya mengatakan jajaran polsek sudah menyiapkan lokasi-lokasi evakuasi. (haryono/b)

Baca Juga

© "Poskota", "Poskota Online" adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT.Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.