Tuesday, 20 November 2018

Ijazah Disandera, Gagal Jadi PNS

Minggu, 15 Januari 2012 — 15:43 WIB
ijasah-15

BANDUNG (Pos Kota)- Warga Bandung terancam gagal menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) menyusul ijazah Madrasah Aliyah (MA) miliknya disandera PT MTM, yang berkantor di Jalan Raya Pasar Minggu,  Jakarta. Dia sudah bulak-balik mendatangi kantor tersebut, ijazah korban yang disandera selama delapan bulan belum bisa diambil karena korban harus mengirim surat tebusan Rp4 juta.

“ Kami tak punya uang untuk menebus ijazah. Perusahaan model apa, beraninya menyandera ijazah orang,” kata Dedi, paman korban, ke Pos Kota, Minggu.

Dedi menjelaskan, upaya  keluarga untuk mengambil ijazah terus dilakukan. Bahkan, kantor perusahaan yang bergerak di bidang farmasi terus didatangi tapi jawabannya sama, “ ijazah itu tak akan diberikan kalau belum menyerahkan uang tebusan Rp4 juta,”. Dengan adanya kasus ini, Dedi akan melaporkan pihak perusahaan ke kepolisian terkait kasus penyanderaan ijazah. “ Gara-gara perusahaan itu nasib korban kini nyaris hancur”.

Dia mengutarakan, penyanderaan ijazah diduga kuat bukan kebijakan pihak perusahaan, pasalnya, uang Rp 4 juta untuk menebus ijazah yang disandera harus dikirim melalui nomor rekening perseorangan atas nama Antonius. “Uang itu bukan dikirim ke  rekening perusahaan.”

Dengan adanya kecurigaan tadi, Dedi, akan terus berupaya sekuat tenaga supaya ijazah bisa dimiliki kembali oleh korban. “ Kami warga kecil uang Rp 4 juta cukup besar. Sementara ini belum bisa mengambil ijazah karena belum punya uang,”tandasnya.

Mula kejadian ini, demikian Dedi, pertengahan tahun 2011 korban Kurniawan diterima kerja di perusahaan tersebut dan ditempatkan di Jakarta. Berhubung antara gaji yang diterima dengan biaya hidup di Jakarta tak memadai, korban memutuskan untuk keluar dari kantor tadi. Sayang, setelah keluar ijazah  Madrasah milik korban disandera dan hingga kini dipegang perusahaan.

Korban, kini hanya memegang surat bukti penyerahan ijazah. Surat nomor 09/RTD/06/11, yang ditandatangani Rifani, selaku penerima masih disimpan utuh. “ Isi surat tadi menerangkan jika perusahaan sudah menerima ijazah Kurniawan dengan klasifikasi ijazah SMA/MA/ Paket C. Kami hanya meminta supaya ijazah segera dikembalikan ke korban lantaran sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

(dono/sir)