Tuesday, 20 November 2018

Oknum Guru Pesta Narkoba Ditangkap

Minggu, 15 Januari 2012 — 16:01 WIB
guru-15

SERANG (Pos Kota) – Guru kencing berdiri masih bisa dimaklumi, tapi kalau ada guru yang pakai narkoba ini jelas sudah melanggar hukum dan tidak patut ditiru. Seperti yang dilakukan Tp, 48, oknum guru sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Serang. Bukannya mendidik siswa-siswanya agar bisa bikin mobil nasional seperti siswa SMK di Solo, dia malah pesta narkoba.

Oknum guru warga Kelurahan Terondol, Kota Serang, ini disergap petugas Satuan Narkoba Polres Serang saat akan menggelar pesta narkoba di sebuah penginapan di sekitar Pal Lima, Kota Serang, pada Sabtu (14/1) petang. Dari oknum pendidik ini polisi mengamankan barang bukti satu paket shabu-shabu, satu butir pil ekstasi serta perangkat alat hisap (bong, red)

“Diduga tersangka akan menggunakan barang haram itu didalam kamar,” ungkap Kasat Narkoba Polres Serang, AKP France Y Siregar, ketika dikonfirmasi Minggu (15/1/2012).

Menurut AKP France, penyergapan oknum pengajar ini berawal dari informasi warga yang mencurigai akan ada pesta narkoba disebuah kamar penginapan. Sekitar pukul 18:00, tim anti narkoba yang dipimpin Aipda Maulana T Ritonga, SH, langsung menggerebeg kamar No 3 yang ditempati tersangka.

“Saat kami tangkap, tersangka sedang tidur-tiduran sambil nonton televisi. Barang bukti sabu dan pil ekstasi ditemukan dalam saku celana, sedangkan bong kami amankan dari dalam rak televisi,” terang AKP France didampingi Kaurbinops, Ipda Mulyadi.

Ditemui diruang pemeriksaan, guru matematika ini mengakui barang haram itu miliknya yang dibeli dari bandar berinisial Ec yang ditemui di sebuah diskotik di Jakarta Barat. “Terus terang, saya baru sekali ini pakai narkoba dan langsung tertangkap. Rencananya kalau tidak tertangkap, barang yang diamankan petugas itu akan saya pakai sendiri,” ujar Tp seraya mengaku menyesal atas perbuatannya itu. (haryono)

BANDUNG (Pos Kota) – Pasca terjadinya insiden jambret nembak kepala sendiri, Polsek baleendah, Kabupaten Bandung Minggu, melakukan razia besar-besaran. Buntutnya empat garong motor, dua diantaranya berusia belasan tahun berhasil ditangkap dan kini mendekam di kamar tahanan Polsek setempat. Keempat tersangka itu Y,17,  ES,18, R,32,  dan SP,17, .Selain mengamankan tersangka, polisi pun menyita empat unit sepeda motor hasil kejahatan.

‘Kami mengungkap komplotan ini setelah adanya laporan yang kehilangan motor. Tim bergerak melakukan penyelidikan kemudian empat tersangka ditangkap,” kata Kapolslek Baleendah, Kompol Susi Rachmawati, Minggu. Modus yang dilakukan kawanan ini, lanjut Susi, mereka beraksi menggunakan dua sepeda motor. Motor itu dibawa kabur oleh salah seorang tersangka. “ Dalam sepekan ini tersangka sudah menyikat empat motor, dan dijual ke penadah di kabupaten Bandung,” ucapnya.

Tersangka ES, saat diperiksa polisi menjelaskan, dirinya terpaksa mencuri motor karena ingin segera melunasi utang ke rentenir yang jumlahnya belasan juta. “ Saya hanya berfikir tang itu akan bisa dilunasi dengan cara mencuri motor kemudian dijual ke penadah. Uangnya bisa digunakan untuk melunasi utang. Sedih kalau punya utang banyak apalagi ke rentenir,” akunya.

(dono/sir)