Thursday, 15 November 2018

Pola Simpan Pupuk di Gudang Banyak Tidak Layak

Minggu, 15 Januari 2012 — 14:52 WIB
hero-15

CIREBON (Pos Kota) – Penyimpanan pupuk di sejumlah gudang di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat sejauh ini banyak tidak menggunakan standar yang layak dan terkesan asalan. Padahal dengan pola penyimpanan yang tidak standar itu akan berdampak terhadap mutu atau kualitas pupuk itu sendiri, akibatnya para petani juga yang dirugikan.

Penyimpanan yang tidak layak (standar) tersebut ditemukan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H Herman Khaeron ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah gudang di Kabupaten Cirebon, satu diantaranya yakni di gudang milik distributor  Desa Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (15/1/2012).

Menurut politisi dari Partai Demokrat ini, pola penyimpanan merupakan salah satu hal yang sangat diperhatikan, karena berkaitan dengan mutu atau kualitas pupuk. “Disini kami menemukan pola penyimpanan yang jauh dari standar, seperti di gudang distributor ini,” kata Hero.

Dari sidak tersebut, lelaki yang akrab disapa Hero ini, juga menemukan ketiadaan pupuk urea di gudang-gudang tersebut. Padahal kalau melihat kondisi saat ini ini terlebih sudah memasuki masa pemupukan, petani jelas memerlukan pupuk jenis Urea. “Alasan distributor, pupuk jenis Urea tersebut¬† sudah diambil pengecer dan itu realistis. Tapi kami akan tetap cek kebenanaran,” tegas Hero.

Hero pun sempat menyampaikan keheranannya ketika berbincang dengan penanggungjawab gudang di desa kaliwedi, Radia, yakni menyangkut tidak adanya RDKK (rencana depenitif kebutuhan kelompok,red). Padahal RDKK merupakan upaya untuk mengetahui falidasi ketepatan tingkat kebutuhan petani para petani. “Kalau tidak ada RDKK bagaimana bisa mengukurnya. Dan soal RDKK ini sepertinya sudah harus diperbaiki, jangan sampai disatu daerah pupuknya melimpah sedangkan didaerah lainnya justru ditemukan kelangkaan,” tegasnya.

(darman/sir)