Tuesday, 20 November 2018

2.356 Pasangan di Bekasi BERCERAI

Senin, 16 Januari 2012 — 9:26 WIB
buku-nikah

 

BEKASI (Pos Kota) – Sebanyak 2.356 pasangaan pada tahun 2011 di Kota Bekasi memilih bercerai. Masalah ekonomi dan perselingkuhan masih menjadi penyebab tertinggi kasus perceraian ini.

Kepala Pengadilan Kota Bekasi Mashudi mengungkapkan dibanding 2010, jumlah perceraian turun 12 kasus dari 2.364 menjadi 2.356 kasus. ”Umumnya perceraian yang terjadi yang kita tangani adalah masalah ekonomi. Soal tanggung jawab suami terhadap keluarga,”ungkapnya.

Dikatakan Mashudi, sebenarnya saat kondisi perekonomian di Kota Bekasi cukup membaik, banyak masyarakat yang tidak bisa mengatur ekonomi keluarganya sehingga mereka menganggap selalu kekurangan dalam kebutuhan ekonomi.

Selain karena faktor ekonomi, ada juga faktor lain yang menyebabkan perceraian, yaitu adanya pria idaman lain (PIL) atau wanita idaman lain (WIL) dan kurangnya tanggung jawab suami terhadap istri. “Perceraian lebih didominasi oleh ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Bisa saja disebabkan suaminya tidak bertanggungjawab dalam menafkahi lahir dan batin, bisa juga faktor yang disebabkan eksternal,” tuturnya.

Yang sangat memprihatinkan, kata Mashudi, pasangan yang mengajukan cerai didominasi pasangan usia produktif atau pasangan muda. Usia mereka rata-rata masih berusia 20 hingga 27 tahun.

“Khusus usia muda memang rentan terhadap perceraian, karena emosi mereka belum stabil sehingga memudahkan untuk mengakhiri hubungan keluarga dan juga karena pihak keluarga yang tidak sunguh-sungguh mengakurkan pihak yang bermasalah,” terangnya

Sebenarnya, kata Mashudi, bagi pasangan yang akan mengajukan cerai, pihaknya melakukan mediasi kepada pasangan tersebut. Namun dari jumlah pasangan yang mengajukan cerai, hanya dua persen yang berhasil dimediasi dan akhirnya tidak jadi bercerai.

Mashudi mengimbau kepada masyarakat yang berniat mengajukan gugat cerai atau talak cerai, agar diperhitungkan matang-matang. Apalagi kepada pasangan suami-istri (pasutri) yang telah dianugerahi keturunan anak dan istri.” Jangan hanya karena masalah kecil, lantas emosi dan langsung mengajukan talak dan menggugat cerai,”katanya.(Dieni/b)