Monday, 19 November 2018

Batasi BBM Petanda Pemerintah PANIK

Senin, 16 Januari 2012 — 20:52 WIB

SENAYAN (Pos Kota) – Pembatasan konsumsi bahan bakan minyak (BBM) yang sekarang sedang digadang pemerintah sebagai solusi penghematan anggaran negara diniali amat tidak masuk akal. Hal itu justru memperlihatkan pemerintah panik, dan akibatnya rakyat yang harus membayar perencanaan yang buruk itu.

“Pembatasan BBM yang direncanakan pemerintah itu tidak ada dasar hukumnya. Pemerintah tampak panik dalam membuat perencanaan, dan kalau ini diberlakukan, rakyatlah yang menanggung semua biayanya,” ujar anggota Komisi VII DPR Dewi Ariyani, kemarin.

Menurut dia, perencaan pembatasan itu serba tanggung. Pembatasan BBM subsidi untuk mobil pribadi sedemikian dipaksakan. Di sisi lain, pemerintah lupa, penggunaan BBM untuk sepeda motor justru peningkatannya malah jauh lebih besar.

Menurut Dewi, seharusnya pemerintah mengembangkan kebijakan yang terpadu dari hulu ke hilir. Semua sektor yang menjadi wilayah pemanfaatan energi harus dipetakan, sehingga dapat dikreasikan kebijakan-kebijakan menyeluruh yang
saling terintegrasi dan tidak malah menimbulan masalah baru.

“Saya melihat, peluang terjadinya masalah muncul karena satu sama lain di antara kementrian tidak saling kordinasi bahkan terkesan ada ego sektoral,” kata politisi PDIP itu.

(winoto/sir)