Saturday, 22 September 2018

Korban Mutilasi Nyangkut di SUNGAI

Senin, 16 Januari 2012 — 19:44 WIB

BANDUNG (Pos Kota) – Gila, aksi multilasi terjadi di Bandung, Jawa Barat, Minggu sore, warga Kampung Cipurut, Bojongsoang Kabupaten Bandung heboh menyusul ditemukannya  potongan tubuh manusia mulai perut hingga leher. Hingga Senin, Tim khusus (timsus) Satuan Reskrim Polres Bandung masih terus melakukan penyelidikan terkait penemuan potongan tubuh itu.

“ Kami masih menunggu hasil autopsi RSHS Bandung. Apakah mayat itu wanita atau pria masih misterius. Pasalnya yang dievakuasi hanya potongan tubuh,” kata Kasat Reskrim Polres Bandung AKP Haerullah, Senin.

Hasil penyelidikan, lanjutnya, korban dibantai pelaku tiga hari lalu. Setelah korban tewas pelaku melakukan multilasi kemudian bagian perut dibuang di sungai di Kampung Cipurut, Kabupaten Bandung. Potongan tubuh itu, lanjutnya ditemukan warga setempat Minggu sore pukul 17.00 Wib karena nyangkut di tumpukan sampah.

“Kami yang memperoleh laporan bergegas melakukan evakuasi potongan itu ke RSHS Bandung. Dimana potongan lainnya?, “ Kami masih melakukan pencarian,” tegasnya lagi. Kondisi potongan tubuh itu sudah membengkak dan mulai membusuk. “ Ini menandakan aksi pembunuhan sudah lebih tiga hari.”

Seorang petugas kamar jenazah RSHS Bandung menjelaskan, pihak rumah sakit menertima korban mutilasi itu Minggu malam sekitar pukul 20:00 Wib. Saat potongan tubuh itu tiba di RSHS kemudian dilakukan pemeriksaan hanya  berupa potongan tubuh tanpa kepala.

“Bahkan kedua tangan dan kaki pun tidak ada. Kemungkinan dibuang di lokasi lain,” kata petugas  tadi. Hingga Senin, lanjutnya, tim forensik masih melakukan autopsi terhadap potongan tubuh bagian perut saja. “ Autopsi masih berlangsung dan belum ada hasil.”

Kasat Reskrim  Polres Bandung, AKP Haerullah, mengemukakan untuk mengungkap  kasus mutilasi ini pihaknya kini tengah membentuk timsus. Tim ini kini tengah bekerja dilapangan untuk melakukan penyelidikan. Tim yang bekerja, lanjutnya, menggandeng anggota Babinkamtibmas se-Kabupaten Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencari informasi siapa tahu ada pihak
keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

“Babinkamtibmas diperintahkan untuk menelusuri  identitas korban,” ujar Kasat.   “Kami masih kesulitan untuk menentukan apakah korban itu pria atau wanita. Satu-satunya jalan menunggu hasil autopsi.”

(dono/sir)