Friday, 16 November 2018

Mensos Bantu Korban Banjir Banten Rp.1,4 Miliar

Senin, 16 Januari 2012 — 21:09 WIB
Banjir Pandeglang-n2

SERANG (Pos Kota) – Korban banjir di Provinsi Banten mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Sosial (Mensos), Salim Segaf Al-Jufri, Senin (16/1), mengunjungi para korban banjir di Desa Undar Andir Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Selain mengunjungi para korban, Mensos juga menyerahkan bantuan berupa makanan, pakaian, peralatan rumah tangga yang nilainya mencapai Rp 1,4 miliar.

Saat kunjungan ke korban banjir, Mensos didampingi Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, Wakil Menteri PU, Hermanto Dardak, Wakil Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Suyadi Wiraatmaja, para kepala dinas dan instansi terkait.

Lokasi yang dikunjungi antara lain rumah warga, dan SDN 1 dan 2 Undar Andir. Penyerahan bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri didampingi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah kepada perwakilan warga korban banjir.

Salim menyampaikan, bantuan yang diberikan diperuntukkan untuk  warga korban banjir akibat meluapnya Sungai Ciujung dan berapa sungai lainnya di tiga kabupaten, yakni Lebak, Pandeglang dan Kabupaten Serang di Provinsi Banten.

“Kemensos lebih pada penanganan pasca banjir. Hal ini penting supaya korban banjir bisa segera ditangani, terutama untuk makanan dan pakaian.,” jelasnya.

Ia menyampaikan, Kemensos memberikan bantuan makanan dan kebutuhan pokok lainnya sebanyak delapan truk. Bantuan tersebut antara lain terdiri atas 10 tenda pengungsi, 16.500 kilogram beras, tenda dapur umum lima unit, 1.000 matras, pakaian dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Di lokasi yang sama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Pemprov juga memberikan bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai untuk korban bencana yang terjadi di empat kabupaten yang berada di Banten.

“Pemprov Banten berupaya mengoptimalkan tanggap darurat bencana, yang terjadi di empat kabupaten. Ibu berharap semoga mereka senantiasa tabah dan kuat serta Allah senantiasa melindunginya,” kata Atut.

Mengenai penanganan banjir, Atut menyampaikan penanganan jangka pendek  berupa bantuan pasca banjir, seperti evakuasi korban, bantuan makanan serta keperluan lainnya. Sedangkan untuk mengantisipasi banjir dalam jangka panjang, Pemprov Banten akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan pihak terkait, untuk bisa mempercepat proses pembangunan Waduk Karian di Kabupaten Lebak.

“Keberadaan waduk Karian tentunya diharapkan akan mampu mengantisipasi banjir seperti ini, karena nantinya bisa menampung aliran air dari Sungai Ciujung dan Cidurian,” kata Ratu Atut. (haryono/dms)