Monday, 24 September 2018

Secercah Harapan Dety Nabila

Senin, 16 Januari 2012 — 22:26 WIB
Nabila-n2

PURWAKARTA (Pos Kota) – Keluarga Dety Nabila, 8 tahun, bocah yang menderita penyakit katarak di Gg Banteng II Rt 03/01 Kel Nagri Kidul,Kec/Kab Purwakarta, Jawa Barat, berterima kasih kepada PT Sido Muncul yang berniat membawa siswa kelas II SDN Singawinata VII Purwakarta untuk berobat ke RS Cicendo, Bandung.

“Mendengar kabar Sido Muncul berniat mengobati Nabila ke Cicendo, keluarga terharu dan senang, karena kami berharap Nabila bisa sembuh,” ucap ibu Nabila, Ny Ida Rosida diamini suaminya, Riyad Jamani, ditemui Pos Kota, dirumahnya, Senin (16/1).

Menurut Ida,  putri semata wayangnya positif mengidap katarak berdasarkan rekomendasi medis disejumlah rumah sakit yang telah ia sambangi. Terakhir, Ida dan Riyad Jamani membawa Nabila berobat ke RSCM Jakarta, tapi saat itu tim medis RSCM menyatakan tak sanggup mengoperasi mata Nabila.

“ Sehingga pengobatan terputus. Keluarga memang menginginkan Nabila dibawa ke RS Cicendo hanya saja karena keterbatasan ekonomi sehinga keinginan ini dikubur dalam dalam,” timpal sang ayah, Riyad Jamani.

Hingga kabar baik pun menyambangi keluarga Nabila. Sebuah perusahaan jamu PT Sido Muncul berempati dan berniat membawa Nabila berobat ke RS Cicendo.

“ Kabar ini seperti membangunkan kembali semangat keluarga untuk mengobati Nabila sampai sembuh. Sekali lagi, terima kasih Sido Muncul dan Pos Kota,” ucap Riyad, yang sehari harinya berjualan ayam goreng.

Diakuinya, pengobatan Nabila selama ini menggunakan uang tabungan yang setiap hari ia tabungkan hasil jualan Rp 5000 sampai Rp 10.000 dan bantuan keluarga serta bantuan uluran hamba allah.

Riyad menceritakan, awal Nabila terkena penyakit katarak, saat diusia 11 bulan Nabila terkena penyakit step dan demam tinggi. Saat itu, mata sebelah kiri bermasalah dengan penglihatan, kemudian ia bawa berobat ke RS Mata di Cikampek, hingga menjalani pengobatan. Dari sana, kemudian merambat kesebelah kanan mata Nabila, hingga usia 8 tahun ini.

“ Ya kira kira tinggal 20 persen penglihatan Nabila dan itupun sudah tak jelas. 80 persen lagi tak melihat,” ungkap Riyad.

Kendati demikian, keadaan tersebut tak menyurutkan Nabila bersekolah. Hanya saja, sebut Riyad, belakangan Nabila mulai dihinggapi perasaan minder dan memilih lebih banyak berdiam diri dirumah, usai sekolah. Dengan kondisi kedua mata nabila yang mulai ‘meredup’ mereka pun belum dapat mengetahui, apakah pendidikan Nabila bisa terputus dikemudian hari.

“ Kami tak akan mendahului ketentuan Allah SWT. Kami sedih atas penyakit dialami Nabila, makanya kami terus berjuang mengobati Nabila sampai tuntas. Mudah mudahan saja, setelah menjalani operasi di Cicendo atas bantuan Sido Muncul, Nabila sembuh dan dapat melanjutkan sekolahnya lagi,” harap Riyad diamini istri dan seluruh kerabatnya. (dadan/dms)