Wednesday, 21 November 2018

Wapres : Sertifikat Halal Jangan Mahal!

Senin, 16 Januari 2012 — 17:48 WIB
Sertifikat Halal MUI-n

JAKARTA (Pos Kota) – Membuat sertifikat halal tapi harus membayar mahal. Wakil Presiden Boediono mengharapkan hal itu tidak terjadi karena masih banyak anggota muslim yang memiliki penghasilan pas-pasan.

Sebab itu, pemberlakuan sertifikasi halal tidak memberatkan produsen.

Itu disampaikan Boediono dalam sambutannya pembukaan tahunan Dewan Halal Dunia (World Halal Food Council), di Istana Wapres, Jakarta, Senin (16/1).

“Saya berharap juga mengkaji bagaimana standar itu diterapkan tanpa memberatkan konsumen. Ini penting karena sebagian besar konsumen adalah Muslim dengan penghasilan yang barangkali masih pas-pasan,” kata mantan gubernur Bank Indonesia ini.

Ia mengatakan pemeluk Islam di Indonesia mencapai 200 juta jiwa atau setara dengan enam negara muslim Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Malaysia, dan Turki.

“Bisa dibayangkan betapa besar jumlah produk baik makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan produk lainnya yang beredar di masyarakat dan selalu dikonsumsi sehari-harinya,” katanya.

Menurut dia, bagi umat muslim, makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik dan produk-produk lainnya bukan sekedar sarana kebutuhan secara lahiriyah, namun juga mempunyai segi rohaniah yang penting.

Pemerintah sendiri terus mendorong agar kebutuhan makanan umat muslim terjamin ketenangan dan keamanannya dari produk halal.

Pertemuan tahunan Dewan Halal Dunia ini dihadiri oleh 24 pimpinan lembaga sertifikasi halal internasional dari 14 negara. Delegasi yang datang antara lain dari Amerika Serikat, Belgia, New Zealand, Australia, Brazil, Swiss, Jerman, Belanda, Polandia, Italia, Spanyol, Malaysia, Singapura, Philipina, Turki serta Taiwan.

Sekretaris Umum MUI (Majelis Ulama Indonesia) Ichwan Sam mengatakan, kegiatan tahunan ini menyamakan sudut pandang halal baik dengan pendekatan syariah maupun teknologi. Harmonisasi standar telah dilakukan baik pada lingkup regional (ASEAN) maupun internasional.

Dari pertemuan tersebut diharapkan dicapai kesepakatan diantara anggota WHFC mengenai penyamaan standar, sehingga di masa yang akan datang standar kehalalan terhadap suatu produk bisa bersifat global dan universal. (johara/dms)