Monday, 19 November 2018

Anak Bupati Dituntut Setahun Penjara

Selasa, 17 Januari 2012 — 8:00 WIB
richard-sub

LAMPUNG (Pos Kota) – Akhirnya Richard Maulana, terdakwa perkara kepemilikan senjata api (senpi) dan pengancaman dituntut jaksa dengan pidana penjara satu tahun saat sidang digelar di Kantor Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Bandarlampung.

Tuntutan Jaksa menilai Putra Bupati Tulangbawang Abdurrahman Sarbini ini memenuhi dakwaan bahwa terdakwa secara sah melakukan tindak pidana tanpa hak menguasai, memiliki, membawa, menyimpan senjata api tanpa izin.

Pada tuntutan terhadap Richard dibacakan pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, oleh. Jaksa Penuntut Umum Yusna Adia juga menuntut agar terdakwa ditahan.

Richard tersandung kasus kepemilikan senjata api dan dugaan pengancaman terhadap M. Septo Wahyudi, Satpam Hotel Novotel.

Putra keempat Bupati Tulangbawang Abdurrachman Sarbini itu, dijerat pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api Tanpa Izin dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara, dan pasal 335 ayat (1) KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan.

Putra keempat Bupati Tulangbawang Abdurachman Sarbini itu, dilaporkan terkait aksi pengancaman dan kepemilikan senjata api ilegal. Richard diketahui melepaskan tembakan di udara sebanyak empat kali.
Ada dua yang akan kita proses, pertama terkait pengancaman, dan kedua masalah surat izin kepemilikan senjata api yang izinnya masih dalam proses.

Richard dilaporkan M Septo Wahyudi, petugas keamanan Hotel Novotel, Kamis (14/7) lalu. Dia berlagak bak seorang koboi yang secara brutal melepaskan tembakan ke udara sebanyak empat kali.

Berdasarkan laporan Septo, insiden itu berawal saat Richard hendak masuk ke Novotel mobil sedan Vios hitam benomor polisi B-606-BP, menolak diperiksa Satpam. Dia malah mengeluarkan senjata api jenis CZ-83 kaliber 9 mm, dan menodongkan ke pinggang Septo.

(koesma/sir)