Wednesday, 19 September 2018

Demokrat: Yang Penting Alat Bukti

Selasa, 17 Januari 2012 — 11:25 WIB
demokrat-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Ketua DPP Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika, mengatakan apapun yang dikatakan Nazaruddin ataupun Rosa Manulang dalam kasus yang melibatkannya telah menjadi fakta persidangan. Yang paling penting dari semua pernyataan yang merupakan fakta persidangan itu adalah alat bukti yan terkait dengan penyataan itu.

“Kalau itu sudah menjadi fakta persidangan. Yang paling penting selanjutnya adalah alat bukti. Alat bukti yang saya maksud harus sinkron dengan pernyataan itu,” ujar Pasek kepada wartawan di DPR ketika dimintai komentarnya terkait dengan pernyataan Rosa dalam pengadilan Tipikor dengan tersangka Muhammad Nazaruddin, Selasa (17/1/2012)

Jika pernyataan dan alat bukti tidak sesuai lanjut Pasek, maka harus diperdalam juga kemungkinan adanya tekanan psikologis yang dialami Rosa ketika mendapatkan ancaman pada sidang-sidang sebelumnya terkait keselamatan dirinya dan keluarganya.Kalau tidak harus lebih diperdalam, pernyataan itu terkait rekayasa sebelumnya.

“Sebelumnya kan ada ancaman-ancaman yang konon dilakukan Nazaruddin terhadap dirinya.Itu harus diungkap juga, jangan-jangan apa yang diungkap sekarang oleh Rosa tidak lepas merupakan efek psikologi terhadap ancaman-ancaman yang diterimanya itu.Rosa dipaksa membersihkan peran nazaruddin, dan mengkaitkan semuanya pada Anas Urbaningrum,” imbuhnya.

Terkait pernyataan Rosa bahwa apa yang dimaksudkan oleh dengan Ketua Besar dan Bos Besar seperti yang terekam dalam percakapan melalui blackberry messenger dengan Wasekjen PD yang juga Anggota Komisi X, Angelina Sondakh, adalah Anas Urbaningrum dan Mirwan Amir, Pasek mengatakan bahwa tidak ada kebiasaan di kader Partai Demokrat memanggil Anas Urbaningrum

“Kebiasaan menyebut ketua besar gak pernah ada di internal PD,kami menyebut Anas dengan ketum atau Anas saja, tidak ada menyebut ketua besar. Ini bentuk rekayasa dari Nazaruddin hanya untuk mengkapitalisasi media agar menarik. Kenapa gak disebut ketum saja, semua menyebut seperti itu,” tegasnya.

Selain itu menurutnya Angelina Sondakh sendiri tidak pernah mengakui ada komunikasi itu melalui BBM itu. Komunikasi itu harus dibuktikan dahulu apakah benar ada atau tidak.Dirinya pun menjelaskan tidak sulit untuk merekayasa percakapan melalui BBM.”Bisa saja Rosa membeli BB, dan memasukkan foto Angie, abis itu dibuat seolah Angie mengirimkan BBM kepada rosa,” pungkasnya.

(prihandoko/sir)