Thursday, 20 September 2018

Korban Banjir Terancam KELAPARAN

Selasa, 17 Januari 2012 — 16:56 WIB
antri-air

SERANG (Pos Kota) – Sedikitnya 49 keluarga korban banjir luapan Sungai Ciujung di Kampung Mean, Desa Undar-andir, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, terancam kelaparan. Pasalnya, pasca banjir, warga mengaku tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah. Mereka kemudian mempertanyakan bantuan yang digelontorkan Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp 1,4 miliar dan bantuan Pemprov Banten untuk korban banjir.

“Saya lihat rombongan menteri dan gubernur, kemarin (Senin, red) datang ke desa kami memberikan bantuan makanan dan pakaian. Seharusnya bantuan seperti langsung dibagikan, tapi kenapa sampai detik ini tidak ada suplai makanan ataupun pakaian yang masuk ke kampung kami,” kata Dayat, 35, satu warga ditemui Pos Kota ketika menerima bantuan air bersih dan beras dari PT Marga Mandala Sakti (MMS) pengelola tol Tangerak-Merak, Selasa (17/1).

Dayat membeberkan, warga Kampung Mean hanya menerima bantuan dari pengurus Partai Hanura dan Front Pembela Islam (FPI) berupa mie instan dan air mineral. Bantuan juga datang dari PT MMS berupa 1 kwintal beras, 15 dus mie instan dan air bersih sebanyak 11 liter yang dikirim menggunakan 2 truk tangki.

“Kalau tidak ada bantuan dari Hanura, FPI dan PT MMS, bisa jadi kami kelaparan. Janji akan kirim air bersih aja ga datang-datang, apalagi makanan dan pakaian. Bapak lihat sendiri warga sudah antri nunggu air bersih dipinggir jalan tol bawa tempat masing-masing,” kata Dayat.

Basarah, wanita berusia 60 tahun malah mempertanyakan bantuan Mensos dan Pemprov Banten itu. “Saya mau tanya nih, bantuan itu ada ga sih atau sekedar omongan doang. Kalau cuma sekedar omongan, ga usah datang ke lokasi. Kalau memang barang itu ada, cepat dong dibagikan, kita kan butuh makan dan pakaian sekarang,” celetuk Basarah.

Supervisor Pelayanan Lalulintas dan Kamtib PT MMS, Bedah Bimantoko mengatakan pihaknya secara tidak sengaja melihat antrean jerigen, ember dan panci berderet dipinggir jalan tol. “Ketika saya dekati ternyata warga sedang menunggu kiriman air bersih. Katanya sudah berjam-jam, air yang dijanjikan tidak datang. Makanya kita langsung kordinasi dengan menejemen PT MMS agar segera memberikan bantuan,” terang Bedah, ditemui saat membagikan air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Suyadi Wiraatmaja saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya segera meminta kepada BPBD Kabupaten Serang untuk segera mengirimkan bantuan ke Kampung Mean, Desa Undar- andir, Kecamatan Kragilan.

“Kami minta kepada kab/kota untuk menyisir lokasi banjir supaya tidak ada lagi korban banjir yang belum tersentuh bantuan. Segera minta bantuan ke provinsi jika stok bantuan sudah habis. Untuk air bersih juga, pihaknya siap mendistribusikan ke lokasi korban banjir,” kata Suyadi. (haryono/b)