Wednesday, 21 November 2018

Main di Kandang Sendiri

Selasa, 17 Januari 2012 — 22:44 WIB
nah-ini-dia18jan12 copy

UNTUK mahasiswa, usia 41 tahun memang sudah kedaluwarsa. Tapi untuk selingkuhan, tergolong STNK juga. Maka dosen Nyoman, 53 (bukan nama sebenarnya), tanpa ragu mengencani Mayang, 41(bukan nama sebenarnya), mahasiswanya. Celakanya, aksi mesum itu justru dilakukan di rumah sendiri, sehingga istri dan anak-anak dengan mudah membekuknya.

Skandal asmara antara dosen dengan mahasiswa biasa terjadi. Bisa latar belakangnya memang murni percintaan, tapi bisa juga demi pendongkrakan nilai. Dosen killer yang pelit meluluskan mahasiswinya, ada juga yang bisa dibarter dengan mulusnya paha dan legitnya goyangan. Maka bila selesai kuliah, bisa saja titel di belakag namanya bukan S.Pd atau S.Kom, tapi malah S.Mp (sarjana modal paha).

Tak begitu jelas, apa motif dosen Nyoman memacari mahasiswinya yang bernama Mayang ini. Yang pasti, gara-gara hatinya sudah terperangkap mahasiswinya, dia tega mengkhianati janji perkawinannya dengan Made Darti, 48 (bukan nama sebenarnya), istrinya. Bagaimana tidak? Rumah yang mustinya jadi istana keluarga, dalam kesempatan lain dijadikan istana mesum. Maksudnya, di rumah itu pula Nyoman mengencani mahasiswinya. Di kala rumah sedang sepi, keduanya pun lalu berbuat bak layaknya suami istri.

Sebagai istri, Darti tahu bahwa Mayang sering datang ke rumah, ketemu suami. Dia tak pernah curiga, karena sebagaimana kata suaminya, dia mahasiswi yang sedang menyusun skripsi. Jadi wajarlah, dosen pembimbing suka didatangi mahasiswanya ke rumah. Nggak tahunya, di kala rumah sepi, mahasiswi Mayang kemudian dibimbing ke kamar dan tanpa ragu pak dosen menggarapnya. Kalau sudah begini, urusan skripsi jadi terkesampingkan, karena yang penting skrup harus ketemu baud!

Lama-lama tetangga menginformasikan bahwa di kala Made tak di rumah, Mayang juga sering datang ke rumahnya di Semarapura, Klungkung (Bali). Saat warga mengintip, eh ternyata pak dosen dan mahasiswinya bukan membicarakan materi perkuliahan, tapi malah KKN alias Kuliah Kerja Nikmat bak suami istri. “Tolong deh Bu, sekali waktu dibuktikan sendiri,” bagitu kata sang informan.

Merujuk pada gelagat Nyoman belakangan ini, apa yang diceritakan para tetangga sepertinya benar. Maka beberapa hari lalu Made Darti mencoba menjebak suaminya. Kedua anaknya yang berada di lantai atas, dilarang ke luar. Sedangkan Made yang berada di bawah bilang pada suami bahwa mau pergi ke kantor. Karena tak tahu dijebak, dosen Nyoman pun dalam hati berteriak kegirangan. Maka begitu istri pergi, Mayang segera di SMS bahwa di rumah situasinya demikian kondusif.

Tak lama kemudian datanglah Mayang. Yakin bahwa di rumah itu hanya ada mereka berdua, keduanya pun langsung berbagi cinta di atas sofa. Padahal begitu tahu Mayang datang, kedua putrinya yang di lantai atas segera mengontak ibunya agar kembali ke rumah. Maka yang terjadi kemudian sungguh seru. Ny. Made melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana suaminya tengah menyetubuhi mahasiswinya.

Kejadian selanjutnya sungguh tragis. Suami berebut celana dengan istri, sementara Mayang dipegangi kedua anak Nyoman sampai tak bisa berkutik. Kedua praktisi mesum itu kemudian diserahkan ke Polsek Klungkung. Karena Darti sempat memotret adegan mesum itu, dia minta agar gambar itu dipublikasikan saja. “Pasang saja yang besar Pak, biar suamiku kapok,” kata Made gemas.

Kalau begini, dosen berarti: mendodos tanpa bosen! (BP/Gunarso TS)

  • Taviaro

    itu namanya dosen ajaib……ha,ha,ha…..