Wednesday, 19 September 2018

Renovasi Ruang Banggar Kongkalikong

Selasa, 17 Januari 2012 — 11:53 WIB
pra

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung, menegaskan pimpinan DPR sedang menelusuri proyek renovasi ruang Badan Anggaran (Banggar). Pasalnya, proyek tersebut dinilai sebagai hasil kongkalikong antara oknum di Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dengan Banggar.

Menurutnya, kecurigaan adanya kongkalikong ini muncul karena ketidaktahuan Ketua BURT dan pimpinan DPR. Padahal proyek tersebut muncul di BURT dan disahkan hingga proyek senilai Rp20 miliar ini dijalankan.

“Karena yang namanya Kesekjenan itu hanya operator yang menjalankan kebijakan, sehingga pasti ada tangan-tangan yang ikut bermain sampai ini terjadi,” ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/1).

Oleh karena itu, pimpinan DPR akan segera menggelar rapat pimpinan membahas proyek renovasi tersebut sekaligus untuk mengetahui di mana kongkalingkong proyek renovasi ruang rapat Banggar. Pramono menegaskan, jika memang ada kesalahan yang dilakukan oleh Sekjen DPR, maka Pimpinan DPR akan mempertimbangkan untuk meminta pergantian pejabat Sekjen.

“Kami harus mempelajari lebih lanjut. Kalau memang kesalahan ada di kesekjenan, kami akan mempertimbangkan penggantian. Sebab, kalau ada permainan di BURT dan Badan Anggaran, tidak adil kalau Sekjen bertanggung jawab,” tukasnya.

Namun, Wakil Ketua BURT, Refrizal menepis dugaan adanya kongkalikong proyek renovasi ruang rapat Banggar. Pasalnya, pagu anggaran senilai Rp20 Miliar merupakan kewenangan Sekjen DPR, Nining Indra Saleh setelah pembahasan bersama konsultan. “Itu kan ada anggaran standarnya. Sekjen yang mengusulkan, BURT hanya memfasilitasi. Jadi kita tahunya hanya plafon glondongan,” pungkasnya. (prihandoko/b)