Friday, 16 November 2018

Ribuan Ekor Kalong di Panjalu Mendadak Hilang

Selasa, 17 Januari 2012 — 8:08 WIB
penjalu-sub

OBYEK wisata  Situ Lengkong, di Panjalu, Kabupaten Ciamis, merupakan tempat wisata  ziarah yang kini kian diminati pengunjung dari berbagai kota. Setiap liburan ratusan pengunjung berdatangan ke tempat wisata ini hanya untuk naik rakit keliling situ sekaligus ziarah ke makam keramat yang ada di tengaH situ. Pemda Kabupaten Ciamis kini tengah mempercantik daerah wisdata tersebut supaya bisa dijadikan ‘jagoan’ wisata kedua setelah Pangandaran.

Sejarah mencatat objek wisata Panjalu, merupakan salah satu tempat  dari 55 objek wisata alam yang patut dilindungi dan dilesatrikan. Bahkan, Korders, bangsa Belanda  pada tahun 1919 memutuskan Panjalu termasuk ke 55 objek wisata yang harus dilindungi lantaran menyimpan berbagai keunikan.

Berdasar hasil penelitian Korders, di Panjalu ini terdapat flora dan fauna yang wajib dilindungi.  Bahkan, menurutnya, Panjalu ini sejajar dengan objek wisata lain yang harus dilindungi di Indonesia diantaranya Pulau Krakatau, Pulau Panaitan di Banten dan  Kawah Ijen, serta Gunung Bromo.

Hasil penelitian Korders yang meninggal 16 November 1919 dan dimakamkan di Jakarta menyebutkan di Panjalu terdapat sumber air tanah yang besar, kemudian memiliki flora seperti  kihaji, bungur  dan rotan.  Sedang faunanya yang terdapat di Panjalu, diantaranya  kalong, burung hantu, ular sanca, elang, dan biawak.  Potensi  wisata lainnya selain ada situ atau lengkong, juga di tempat ini terdapat makam keramat yang terletak di tengah nusa.

Menyusul kejahilan manusia kini semakin menjadi-jadi di tempat wisata ini, warga setempat kini kalangkabut menyusul belasan ribu ekor kalong yang biasa tidur dan beranak pinak di tempat wisata ini kini mendadak hilang. Dikabarkan, sudah dua bulan ini kalong Panjalu lenyap dan belum kembali. Upacara ritual untuk memanggil kalong sudah berulangkali dilakukan namun belum membuahkan hasil. “Kalong merupakan khas di wisata Panjalu. Kini kalongnya hilang kami pun kecewa dan wisata ke panjalu serasa asam,” koemntar  Rahmat,49, asal Semarang Jawa Tengah.

Suhedra,40, warga Panjalu, mengemukakan, hilangnya kalong di Panjalu kini masih dalam penyelidikan. Dugaan, kalong-kalong itu hilang karena ulah manusia yang dinilai tak bertanggungjawab. “ Bisa saja ada pengunjung yang iseng menembak kalong. Karena ketakutan kalong itu pun kabur,” ungkapnya. Meski belum  diketahui, dia bersama pengurus wisata Panjalu, kini tengah menanti kedatangan kalong itu. “ Kami akan memanggil kembali kalong-kalong itu melalui kekuatan bathin dan sesajen,” tandasnya.

(dono darsono/sir)