Wednesday, 21 November 2018

Ruang Banggar Direnovasi Saat Reses

Selasa, 17 Januari 2012 — 8:24 WIB
DSC_6710

SENAYAN (Pos Kota) –Pihak-pihak yang berperan dalam proyek pembangunan ruang Badan Anggaran (Banggar) DPR mulai ngeles. Ketua DPR Marzuki Alie selaku Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) mengaku tidak tahu.

“Yang menentukan angka Rp20 miliar itu Sekjen DPR setelah mendapat perhitungan dari konsultan. BURT hanya memfasilitasi saja, dan cuma tahu plafon glondongan,” kata Wakil Ketua BURT DPR Refrizal di DPR.

Tender renovasi ruang Banggar dilakukan Oktober 2011, nilainya Rp20.370.893.000. Dikerjakan mulai Desember 2011 saat reses DPR, sehingga banyak anggota dewan yang tidak tahu, termasuk para anggota Komisi 3 yang berada di sebelah ruang itu.

Refrizal menyebut, kalau besaran anggaran Rp20 M semua anggota DPR sudah tahu. Apalagi sudah dilaporkan ke rapat paripurna DPR. Dalam laporan tersebut, BURT juga menyebutkan angka Rp20 miliar. “Jadi angka Rp20 miliar itu pasti semua tahu.”

BESAR SEKALI

Ia membantah tudingan Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang menyebut adanya kongkalikong dalam proyek ini. Karena itu dia mendorong Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit proyek itu.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR M Prakosa menyatakan, BURT telah diperiksa terkait anggaran tersebut. BK melakukan pemeriksaan setelah melihat kejanggalan nilai anggaran. “Kita tanyakan kenapa nilainya begitu tinggi.

BK DPR menilai janggal, karena proyek itu hanya renovasi, bukan membuat gedung baru. Semua tinggal memperbaiki ruang saja. “Pintu sudah ada, lantai, tembok, atap, sudah ada semua, tapi nilai proyeknya kok besar sekali.” (winoto/b)