Friday, 21 September 2018

Madrid Posisi Tertekan

Jumat, 20 Januari 2012 — 0:55 WIB
ma

MADRID (Pos Kota) – Real Madrid dalam posisi tertekan untuk mengembalikan keadaan, usai menyerah 1-2 dari Barcelona di leg pertama Piala Raja di Santiago Bernabeu, Kamis (19/1) dinihari WIB. Selain itu mereka juga disibukan untuk meloloskan Pepe dari ancaman sanksi menyusul aksi brutalnya menginjak kaki Lionel Messi.Seperti yang diketahui, apa yang sudah dilakukan Pepe tidak bisa ditolerir lagi.

Parahnya, itu bukan menjadi satu-satunya aksi tidak terpuji yang dilakukan pemain bernama lengkap Képler Laveran Lima Ferreira tersebut. Sebelumnya, bek asal Portugal itu juga melakukan intimidasi dengan menendang gelandang Getafe, Casquero Fransisco pada penghujung musim 2008-09.

Akibatnya, Pepe harus menerima sanksi skorsing 10 pertandingan. Kali ini, Pepe kembali memperlihatkan aksi tak terpuji dengan ‘sengaja’ menginjak tangan bomber Barcelona Lionel Messi pada saat laga memasuki menit ke-70.

Sebuah surat kabar yang berbasis di Madrid, Marca bahkan menulis dan dengan tegas menyebut Pepe sebagai ‘penjahat sepak bola kambuhan’ di negeri Matador.

“Itu adalah tindakan yang ‘memalukan’ dan ‘tidak bisa ditolerir’. Kekerasan, dengan agresi yang berlebihan, bermain akting dan jauh dari perilaku yang seharusnya dilakukan pesepak bola dalam sebuah laga tingkat tinggi. Terlebih lagi, itu bukan cara untuk menyelesaikan sebuah masalah seperti seorang penjahat kambuhan,” tulis Marca, seperti yang dilansir Four-Four Two, Kamis (19/1).

HADAPI SANKSI

Jika terbukti bersalah, Pepe pun bakal menghadapi sanksi disiplioner yang siap menjeratnya kapan saja. Bukan tidak mungkin, bek berusia 28 itu dilarang tampil pada leg kedua di Camp Nou, tengah pekan depan.
Artinya, tekanan dari berbagai dimensi tentu saja menjadi tugas berat pelatih Jose Mourinho untuk mendongrak rasa percaya diri anak-anak asuhnya, sekaligus kunci untuk bisa membalikkan keadaan di laga selanjutnya.

“Ini adalah tanggung jawab saya sebagai pelatih, terutama saat tim saya kalah. Kemenangan memiliki peran dari banyak pihak, sementara kekalahan hanya milik pelatih.

“Saya sudah pernah berada dengan kondisi seperti ini dalam sepak bola. Dan tentunya bisa membalikkan keadaan pada leg kedua nanti adalah kunci untuk meredam segala tekanan yang terjadi. Kami sudah mengalami hal itu saat berhasil menjuarai Copa del Rey tahun lalu,” tegas Mourinho.
Pada laga tersebut Madrid unggul lebih dahulu di menit ke- 11 oleh tendangan keras Cristiano Ronaldo menaklukkan kiper Pinto.

Empat menit setelah jeda, tandukkan keras Carles Puyol meneruskan sepakpojok Xavi tak bisa dibendung kiper Iker Casillas.
Eric Abidal menjadi penentu kemenangan Barca setelah ia lolos dari jebakan offside untuk menerima umpan dari Lionel Messi. Leg kedua akan dilangsungkan di Camp Nou, Kamis (25/1). Hasil lainnya Atletico Bilbao-Mallorca 2-0. (junius/bu/ird)

 

Foto: Yahoosport.com