Friday, 16 November 2018

Kepedulian Sosial Sekat Peredaran Narkoba

Sabtu, 21 Januari 2012 — 14:51 WIB

PENYELUNDUPAN narkoba dari luar negeri  kian merajalela. Bahkan, belakangan sudah menggunakan kapal pesiar di laut lepas yang kemudian didistribusikan dengan sekoci menuju pelabuhan terdekat seperti yang terjadi di kawasan Ujung Genteng,  sekitar 80 km arah selatan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jumat (20/1).

Aksi penyelundupan ini makin mempertegas lagi  tak adanya sekat yang mampu membatasi wilayah peredaran narkoba. Mulai dari gedung bertingkat, apartemen, diskotek hingga gang sempit, peredaran narkoba begitu leluasa. Tak terkecuali di Jakarta.

Direktorat Reserse Polda Metro Jaya pernah merilis bahwa Jakarta sudah masuk kategori lampu merah peredaran narkoba.Argumentasi ini didasarkan kepada situasi bahwa hampir di setiap kelurahan disinyair terdapat antara 3 sampai 4 pengedar narkoba.

Jika angka ini kita sepakati, berarti setiap hari berkeliaran 800 pengedar yang tersebar di 267 kelurahan Jakarta untuk mencari mangsa.

Indikasi lain, polisi memprediksi pengguna narkoba di Jakarta sudah mencapai angka 800 ribu orang dengan jumlah barang yang dikonsumsi sekitar 6 kilogram sehari, terbesar jenis shabu.

Jika harga 1 kilogram narkoba Rp1,5 miliar, maka uang yang dibelanjakan untuk membeli narkoba di Jakarta sekitar Rp9 miliar dalam sehari. Setahun berapa? Tinggal dikalikan saja.

Yang pasti akibat merebaknya peredaran narkoba, belanja Pemprov DKI untuk menanggulangi narkoba pun membengkak. Tahun 2010 misalnya, Pemprov DKI menggelontorkan dana tak kurang dari Rp26 miliar guna mengobati dan merawat pengguna narkoba dari keluarga tidak mampu.

Alokasi anggaran ini mengingatkan kepada kita bahwa pengguna narkoba bukan hanya golongan masyarakat mampu, tetapi masyarakat kelas bawah pun sudah banyak yang menjadi korban narkoba.

Dampak yang perlu diwaspadai adalah munculnya gangguan kamtibmas, akibat jalan pintas pecandu untuk mendapatkan narkoba yang semakin sulit dan mahal harganya.

Penyakit baru lainya yang kemungkinan muncul adalah meningkatnya kerenggangan ikatan sosial dan terganggunya partisipasi masyarakat dalam aktivitas sosial serta upaya mengatrol kesejahteraan rakyat.

Untuk menyekat merebaknya  peredaran narkoba, perlu kepedulian sosial semua pihak. Peran terpenting adalah tokoh masyarakat setempat untuk bersama aparat keamanan membangun kebersamaan guna menutup semua celah peredaran narkoba.

Tak kalah pentingnya kebersamaan semua unsur aparat terkait upaya memberantas penyelundupan narkoba dari mancanegara. (*)