Monday, 19 November 2018

Anak Korban Perceraian Lebih Sensitif

Senin, 23 Januari 2012 — 21:27 WIB
mom-kid

JAKARTA (Pos Kota) – Sungguh berat menjadi anak korban perpisahan rumah tangga dibanding anak yang kehilangan orang tua karena meninggal dunia (yatim piatu).

“Anak yang kehilangan kasih sayang karena perceraian orang tua justru merasa bingung. Dia bimbang untuk memilih, ikut ayahnya atau ibunya. Terjadi peperangan dalam batinnya,” ujar Agus Syafii, Ketua Yayasan Rumah Amalia Sudimara Timur di sela peluncuran buku Mukjizat Salat dan Doa di Ciledug.

Menurut Agus Syafii, anak yang kehilangan keharmonisan rumah tangga akibat perpisahan orangtua lebih mudah terjerumus ke hal negatif seperti narkoba, minuman keras, tawuran, atau mengisolasi diri.

Sedangkan anak yang kehilangan orangtua karena meninggal dunia (yatim piatu) justru lebih mudah diarahkan. “Anak yatim piatu cenderung lebih penurut,” katanya.

Karenanya Agus Syafii mengimbau selamatkan rumah tangga mulai sekarang. Di tengah kondisi masyarakat yang plural dan heterogen, kondisi keluarga harus diutamakan. Jangan abaikan kesejahtaraan anak. Mereka harus diperhatikan oleh para orangtua.

Dia juga mengajak, pasangan muda pra nikah maupun keluarga yang sudah menikah untuk lebih peduli terhadap keluarga dan kepentingan anak. Jangan sampai anak kehilangan figur orangtua.

Menurutnya, tahapanpra pernikahan, pernikahan, dan pasca pernikahan menjadi bagian paling penting untuk menjaga ketahanan keluarga dengan memperkokoh keimanan kepada Allah SWT, berpikir positif dan komunikasi yang efektif. (aby/sir)