Monday, 19 November 2018

Berjubel Memburu Angpao

Selasa, 24 Januari 2012 — 8:26 WIB

SETIAP ada pembagian paket sembako atau daging hewan kurban, apalagi uang, selalu terjadi kerumunan massa dalam jumlah besar.  Walau nilai yang dibagikan ala kadarnya, banyak yang  datang lebih awal. Ada pula yang  lebih dulu bermalam untuk sekadar meyakinkan diri bakal dapat bagian.

Perayaan Imlek di vihara termasuk momentum yang ditunggu-tunggu. Pada saat itu, massa menyemut di pelataran menanti dermawan datang dan pergi sambil bagi-bagi angpao atau amplop merah berisi uang. Vihara Dharma Bakti, Jalan Petak IX, Glodok, Jakarta, satu di antara vihara yang berjubel  warga miskin bermental pengemis memburu angpao.

Dalam kondisi fisik memprihatinkan, saudara-saudara kita itu penuh harap. Suasananya mirip pembagian daging hewan kurban Idul Adha di Mesjid Istiqlal atau uang zakat  menyambut Idul Fitri di sekitar rumah orang-orang kaya.

Menurut hemat kita, persoalan ini sangat penting untuk mendapat prioritas perhatian. Melarang dermawan beramal langsung kepada warga miskin pada tempat umum, bukanlah satu-satunya solusi.

Begitu pula kita tidak bermimpi bisa menghapus tuntas kemiskinan, tapi meminimalisir jumlah serta meringankan beban penderitaannya adalah kewajiban bersama. Korelasi tanggung jawab  kolektif itu wajib diimplementasikan pemerintah melalui program kerja pro rakyat.

Kemiskinan mendera puluhan jutaan rakyat sebagai akibat dari kelemahan pemimpin,  tidaklah keliru. Nyata di pelupuk mata, sebagian orang yang dicurigai hingga menjadi tersangka atau terdakwa korupsi berada pada posisi di sekitar pemimpin kita.

Sampai hari ini kerja KPK di bawah kepemimpinan Abraham Somad  belum menunjukkan kemajuan, kecuali berputar-putar sekitar retorikanya. Ke depan,  kita harapkan agar setiap menjelang akhir pekan lembaga satu ini melaporkan kepada khalayak tentang capaian menangani korupsi yang menggurita.

Upaya tersebut sebagai respon timbal-baliknya  terhadap dukungan publik yang tiada henti. Pilihan Abraham Somad mundur jika setahun  tak mampu mengemban tugas yang diamanatkan kepadanya agar dibuktikan secara berkala lewat laporan kinerja kepada publik.

Rakyat miskin yang terpaksa memburu angpao atau zakat di bumi berlimpah-ruah kekayaan alam, hendaknya menjadi penyemangat KPK tanpa pandang bulu menjebloskan perampok uang negara ke dalam penjara. Segera lakukanlah! ***