Jamsostek Kaji Naikkan Klaim Biaya Persalinan

Selasa, 24 Januari 2012
Jamsostek-baru

JAKARTA (Pos Kota) – PT Jamsostek (Persero) sedang mengkaji kemungkinan untuk menaikkan klaim biaya persalinan dengan cara normal dan jaminan kematian bagi tenaga kerja yang menjadi peserta program.

Rencana menaikkan klaim jaminan tersebut menurut Direktur Pelayanan PT Jamsostek Joko Sungkono merupakan upaya untuk memberikan manfaat tambahan bagi peserta. “Ini masih dalam kajian dan telaah karena berkaitan dengan peraturan pemerintah,” kata Joko ketika dihubungi, Minggu.

Saat ini, peserta Jamsostek yang menjalani persalinan normal mendapatkan penggantian biaya sebesar Rp500 ribu, sementara untuk jaminan kematian memperoleh Rp16,8 juta.

“Berapa nilai kenaikannya, itu masih dalam kajian, perhitungan dan perlu waktu untuk memutuskan. Yang jelas, Jamsostek tidak akan menaikkan premi, meskipun manfaat program ditambah,” janji Joko.

Menurut Joko Sungkono, Jamsostek telah melakukan berbagai inovasi untuk menggejar tambahan kepesertaan dengan meningkatkan asas manfaat program, tidak lagi menggunakan pendekatan penegakan hukum seperti sebelumnya.

Adapun lima manfaat tambahan baru yang sudah dijalankan sejak 1 Desember 2011 adalah pemberian pelatihan K3 (keselamatan kecelakaan kerja), peralatan K3, bantuan uang pemakaman, pemeriksaan kesehatan, dan bantuan biaya cuci darah, operasi jantung, pengobatan kanker serta HIV/AIDS.

Khusus manfaat pemeriksaan kesehatan gratis, Joko Sungkono mengatakan dari 2,6 juta peserta program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek, sekitar 600 ribu peserta yang berusia di atas 40 tahun bisa memanfaatkan layanan ini.

“Asalkan memenuhi persyaratan kepesertaan yang ditetapkan, mereka berhak mendapatkan manfaat pemeriksaan kesehatan gratis,” tambahnya.

Penambahan manfaat tambahan khususnya bidang kesehatan itu, lanjut Joko, diperkirakan akan menaikkan jumlah jiwa tertanggung (peserta JPK dan keluarganya) dari 5,6 juta menjadi sekitar 10 juta jiwa hingga akhir 2012.

Hingga saat ini jumlah peserta Jamsostek mencapai lebih dari 33 juta jiwa, namun yang masuk kategori peserta aktif hanya 10,7 juta jiwa. Total dana pekerja yang telah dihimpun Jamsostek selama 34 tahun beroperasi mencapai Rp115 triliun, dan sekitar Rp101,5 triliun di antaranya berupa program jaminan hari tua.

“Sampai saat ini, kami telah membayarkan jaminan kepada peserta untuk semua program sekitar Rp47,1 triliun,” kata Joko Sungkono.

(tri/sir)

Tentang Kami

Poskota

Poskota, Poskotanews, Poskota Online adalah merk dagang milik PT. Media Antarkota Jaya. Poskota diterbitkan oleh PT. Media Antarkota Jaya sejak 15 April 1970 di Jakarta. Izin Usaha: SIUPP No. 0088/SK/Menpen/SIUPP A/7 1986 13 Maret 1986.