Monday, 24 September 2018

Ruang Publik

Selasa, 24 Januari 2012 — 9:16 WIB

Oleh  Sofjan Lubis

“Ihhh… ngeri betul, sembilan orang sedang berjalan kaki tewas ditabrak mobil di dekat Tugu Tani. Supirnya ngantuk apa remnya blong?” kata kawan se pengajian saat duduk habis salat menunggu hujan berhenti.

“Polisi bilang supirnya perempuan yang sudah dites urinenya, terbukti positif sabu-sabu. Juga tiga penumpangnya. Habis pesta, kali,” kata saya sambil membetulkan duduk karena kaki sudah kesemutan.

“Yah apa pun, kecelakaan itu terjadi karena kurang hati-hati.”

“Memang kalau kita di jalan perlu hati-hati. Apalagi kalau lagi bawa kendaraan. Orang bilang hawa bensin, bawaannya panas saja.”

“Kalau pakai gas enggak kali.”

“Mungkin karena itu barangkali makanya pemerintah merencanakan nantinya mobil pakai gas.”

“Kalau aku sih belakangan saja. Takut kayak kompor dulu, ada yang meledak makan korban.”

“Kan yang didulukan memakainya para menteri.”

“Lha, apa mereka selama ini pakai premium bersubsidi?”

“Tak tahulah. Tapi bagus juga mereka coba dulu.” Pembicaraan kami terhenti karena hujan sudah berhenti. Saya segera pulang karena sudah ada janji dengan cucu mau jalan-jalan.

Kecelakaan maut di dekat Tugu Tani itu perlu diambil hikmahnya.  Pemprov DKI perlu menambah ruang publik seperti trotoar untuk pejalan kaki.  Memang di beberapa jalan sudah dibikin. Trotoar itu harus lebih tinggi dari jalan. Kalau bisa di kasi patok sehingga sepeda motor enggak bisa masuk kayak di Jalan Kebon Sirih.  Kalau enggak, lihat saja banyak sepeda motor jalan di situ.

Kemarin kan libur Imlek. Jalan-jalan sepi, toko banyak yang tutup, apalagi di Glodok/Pancoran. Bersyukurlah Imlek kali ini baik-baik saja. Enggak banjir. Kan Gong Xi Fa Chai, nyebutnya Kong Si Fa Cai,  artinya kan semoga mendapatkan keberuntungan. Sudah kuno kalau ada  pendapat atau kepercayaan yang mengatakan, Imlek kalau enggak hujan, kurang baik.  Nyatanya Imlek kali ini dirayakan lebih meriah, keadaan juga aman.

Saya enggak tahu, apakah hari ini Abang sidak ke beberapa kantor. Begitu para walikota dan camat. Pejabat sekarang sudah harus beri contoh.

Mudah-mudahan  saja semua karyawan sudah  masuk kerja dan enggak ada yang masih perpanjang masa liburnya.  Kalau ada juga yang masih mangkir, Abang harus tega enggak tega. Jangan kecewakan warga yang memerlukan pelayanan.  (lubis1209@gmail.com)*