Tuesday, 13 November 2018

Harga Pupuk Besubsidi Bakal Naik

Kamis, 26 Januari 2012 — 0:45 WIB
ilusharga

JAKARTA (Pos Kota)-Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Urea bersubsidi naik dari Rp 1600/kg menjadi Rp 1800/kg. Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menyatakan bahwa petani tidak mempermasalahkan kenaikan harga tersebut sepanjangpasokannya lancar.

“Dari hasil pemantauan kami ternyata petani tidak mempermasalahkan kenaikan HET pupuk urea ini,” ujarnya.

Menurut Suswono, alasan tidak dipermasalahkan petani kenaikan HET ini karena petani sudah menikmati tingginya harga gabah dan beras saat ini. Bahkan ada petani yang mendapatkan Rp 30 juta per satu hektar.

Mentan juga menyatakan kenaikan HET pupuk urea bersubsidi bertujuan untuk mengurangi konsumsi pupuk urea di petani. Sebab banyak petani kita yang terlalu boros menggunakan pupuk urea dengan harapan bisa menambah produktivitas.

Pada dasarnya, penggunaan pupuk Urea berlebihan tidak akan berpengaruh pada produktivitas. Sering didapati petani yang standarnya hanya 200 kilogram/hektar, ingin biar tambah tinggi produksinya, dikasih pupuk urea hingga 250 kilo bahkan sampai ada 400 kilo.

“Penambahan urea tidak akan berdampak apa-apa, Karena urea untuk tidak untuk meningkatkan produksi,” tegasnya.

Terkait nota protes Komisi IV terkait HET pupuk Urea subsidi naik, menurut Suswono semua terserah dan tergantung DPR. Sebab peraturan kenaikan HET sudah masuk APBN 2012 dan sudah tercantum dalam nota keuangannya.

“Kalau DPR tidak setuju dan menarik peraturan tersebut, maka baru bisa dilakukan pada APBN-Perubahan 2012. Tugas Mentan hanya melaporkan,” katanya. Kalau urea tidak dinaikan maka anggaran akan membengkak.

Sebelumnya diberitakan petani di beberapa daerah mulai kesulitan mendapat pasokan pupuke Urea bersubsidi, termasuk di Sukabumi. Banyak petani merugi karena menganggu hasil panen. Diduga pupuk ini langka karena distributor sudah mengetahui harga pupuk akan naik sehinga ada oknum yang menimbunnya.(faisal/b)