Wednesday, 19 September 2018

Sukabumi, Daerah Strategis Peredaran Narkoba

Kamis, 26 Januari 2012 — 0:12 WIB
ilustrasi

ilustrasi

SUKABUMI (Pos Kota) – Jadi salah satu daerah penyangga Ibu Kota Jakarta, wilayah Sukabumi, Jawa Barat ternyata jadi tempat strategis bagi sindikat narkoba untuk bertransaksi.Mininal sebagai tempat transit sebelum tiba ke kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Pasalnya Sukabumi merupakan daerah perlintasan yang menghubungkan kota-kota besar, seperti Jabodetabek hingga Bandung.

Bahkan belum lama ini pantai yang ada di Sukabumi menjadi tempat sindikat in ternasional untuk tempat menyelundupkan narkoba yang dipasok dari luar negeri. Laut lepas di Samudera Hindia jadi lokasi strategis memasukkan narkoba ke Indonesia.

Walikota Sukabumi, Mokhamad Muslikh Abdussyukur mengakui kondisi wilayahnya sangat rawan dijadikan daerah peredaran narkoba. Maka itu, Muslikh menegaskan terus bekerja sama dengan semua pihak seperti polisi, TNI, Kejaksaan, dan semua elemen masyarakat dalam melakukan langkah prefentif dan represif.

“Wilayah kita memang seringkali dijadikan tempat peredaran narkoba. Makanya kita terus gencar memeranginya dengan semua pihak agar Sukabumi tidak jadi gerbang peredaran Narkoba,” kata Muslikh, Rabu (25/1).

Dijelaskan Muslikh, Sukabumi seringkali dijadikan lokasi peredaran narkoba ditilik dari kondisi geografis masuk wilayah penyangga ibu kota. Sehingga, mafia narkoba menjadikan Sukabumi sebagai jalur penghubung baik dari Bogor, Jakarta ke Bandung.

Sementara itu, pecandu narkoba di Kota Sukabumi tiap tahunnya terus bertambah. Data klinik metadon RS Syamsudin SH Kota Sukabumi hingga Januari 2012 ini sudah ada 62 orang yang rutin mengikuti terapi metadon. Padahal, saat dibuka klinik ini pada 2008 lalu jumlah peandu baru 14 orang.

Belum lama ini, di wilayah perbatasan laut di Kawasan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Hotel Amanda Ratu, jaringan Narkotika Internasional berhasil diungkap polisi. Sebanyak 12 orang sindikat berhasil ditangkap, 3 tewas di antaranya tewas tertembak, 2 tewas tenggelam, dan 7 lainnya masih hidup, Kamis (19/1) malam. (sule/b)