Thursday, 20 September 2018

Menunggu Nyanyian Miranda

Jumat, 27 Januari 2012 — 11:17 WIB

GEBRAKAN baru telah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan menetapkan  mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGSBI), Miranda Gultom sebagai tersangka. Ini langkah maju bagi KPK di bawah kepemimpinan Abraham Samad dalam menuntaskan kasus suap cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI).

Yang menjadi pertanyaan berikut adalah apakah kasus cek pelawat ini akan berhenti sampai  di sini saja? Jawaban yang lazim akan tergantung dari hasil penyidikan KPK. Ini jika kita mendasarkan kepada proses hukum yang berlaku. Tetapi, di luar proses hukum itu ada kehendak publik yang tentunya perlu direspons, yakni penuntasan kasus – kasus korupsi yang melibatkan pejabat publik.

Transparansi pengungkapan kasus memang harus menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya pemberantasan korupsi yang sudah demikian merebak di setiap sendi kehidupan.

Pejabat publik dan penyelenggara negara korup harus dibasmi karena ulah mereka menjadi bagian sebuah proses panjang penyengsaraan rakyat.

Dalam kasus cek pelawat tentunya sulit disembunyikan indikasi mengenai sebab akibat. Logika hukum pun dapat dengan mudah menganalogikan perjalanan cek pelawat. Artinya, tidak mungkin akan terjadi suap kalau tidak ada penyuap. Begitu juga dalam cek pelawat, tidak mungkin seseorang menerima cek, kalau tidak ada yang memberikan.

Pelacakan berikutnya adalah siapa pemilik cek tersebut. Istilah yang berkembang dalam kasus cek pelawat ini, siapa sponsornya. Penelusuran lebih lanjut tentunya kepada motif dari sponsor menebar cek dalam konteks suksesi DGSBI periode 2004-2009 lalu.

Apakah  motif sponsor sebatas suksesi atau ada kompensasi setelah terjadi suksesi? Adakah kerugian negara yang berakibat kepada kesengsaraan rakyat  jika terdapat kompensasi?

Pertanyaan semacam itu akan terjawab dengan sendirinya jika pengusutan kasus suap 480 lembar cek pelawat senilai Rp24 miliar itu, tidak berhenti sampai kepada penerima suap, pelaksana suap, tetapi aktor dibalik penyuap.

Ini akan terungkap secara terang benderang, jika ada keberanian dari KPK dan dukungan aparat penegak hukum lainnya. Sebab, tidak menutup kemungkinan dalam kasus  yang telah menjerat 26 tersangka itu, terdapat kekuatan besar yang perlu dukungan semua pihak untuk menyibak.

Yang tidak kalah pentingnya adalah keterbukaan dari para tersangka. Karena itu, berbagai kalangan berharap Miranda dapat membongkar tuntas kasus cek pelawat. Jika diibaratkan, publik tampaknya menunggu nyanyian Miranda. (*)