Friday, 22 June 2018

4 Kasus Pembunuhan di Tangerang Belum Terungkap

Sabtu, 28 Januari 2012 — 19:19 WIB

TANGERANG (Pos Kota)- Empat kasus perampokan disertai pembunuhan yang terjadi diwilayah hukum Polres Kota Tangerang belum satupun yang berhasil diungkap polisi.

Menurut catatan Pos Kota, dari empat kasus ini tiga peristiwanya terjadi di wilayah Polsekta Cipondoh dan satu lagi di wilayah Polsekta Karawaci.

Kasus di Cipondoh menimpa pedagang kelontong asal Kuningan Jawa Barat bernama Nurhalim,37. Ia dibunuh di warungnya Jalan Al-hidayah Gang Sasak RT.05/03 Kelurahan Poris Plawad Indah,Cipondoh pada 15 Oktober 2011.Uang puluhan juta rupiah hasil berdagang selama sebulan digasak pelaku.Korban dikepruk kepalanya lalu dibekap pakai bantal.

Sebelumnya kasus pembunuhan dan perampokan juga terjadi di Kelurahan Poris Plawad menimpa Ferdiansyah,34 . Pedagang VCD ini ditemukan tewas dengan luka tusuk di leher dan perutnya di rumah kontrakannya Poris Plawad. Belum diketahui pasti barang yang hilang.

Kemudian kasus pembunuhan yang tergolong menonjol yakni yang menimpa kepala Kantor Pos Cabang Kecamatan Cipondoh Rahmat Santosa,40. Korban digetok kepalanya pakai palu baja yang biasa untuk stempel cap pos.

Ia ditemukan tewas di meja kerjanya dalam keadaan terikat kaki dan tangannya 6 Desember 2011 lalu. Pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang menggasak uang setoran nasabah kantor pos sebanyak 200 juta lebih.

Dan kasus paling anyar pembunuhan Ineke Gandaprayitna,39. Gadis lajang yang bekerja di PT Cosmos ini tewas dengan 27 tusukan senjata tajam dan lehernya nyaris putus digorok pelaku. Dua unit HP Blackberry milik korban raib digondol pelaku.Korban ditemukan pertama kali oleh Suwarna sopir pabrik Cosmos yang datang ke rumah Ineke di Perumahan Victoria Park Recidence Karawaci Kota Tangerang pada 19 Januari 2012 .

Ketika itu Suwarna diperintah bos Cosmos mengecek ke rumah Ineke yang tinggal sendirian itu karena tidak masuk kerja dan HP-nya tak bisa dihubungi.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang AKBP Rahmat menjelaskan, empat kasus pembunuhan dan perampokan ini masih dalam penyelidikan. “Anggota saya sudah bekerja maksimal namun diakui belum berhasil mengungkapnya. Kasus ini menjadi prioritas penanganannya,” tegasnya sambil meminta doa kepada seluruh warga Kota Tangerang agar kasusnya cepat terungkap dan menangkap pelakunya. (maryoto/b)