Friday, 21 September 2018

Indonesia Kart Prix, Sean Terkendala Hujan

Sabtu, 28 Januari 2012 — 22:47 WIB
sentul-sub

SENTUL (Pos Kota)- Tim KFC Sean GP merajai perlombaan race 1 dan race 2 Kejuaraan Indonesia Kart Prix 2012 yang berlangsung di Sirkuit Karting Internasional Sentul, Jawa Barat, Sabtu (28/1). Dua pebalap KFC Sean GP yakni  Antonio Giovinanzi dan Nocolaj Moller Madsen  tampil sebagai pebalap tercepat pada lomba yang dihiasi guyuran hujan.

Giovinanzi, pebalap asal Italia kelahiran 14 Desember 1993 dan urutan ketiga Kejuaraan Piala Dunia CIK-FIA 2011  tampil tercepat pada Race 1 dan 2 kategori KF2, sedangkan Moller Madsen di urutan kelima pada race 1 dan di urutan  dua pada race 2.

Pada race 1, setelah berlomba dalam 25 putaran (lap), Giovinanzi membukukan waktu total 21 menit 51, 489 detik sedangkan pada race 2 ia lebih cepat saat menoreh waktu 21. 42,276, sementara Madsen yang berusia 18 tahun membuat waktu 22.05, 566 dan 21.43, 159.

Urutan ketiga ditempati Sami Luka dari Belgia, juga dari Tim Sean GP, dengan sembilan poin sedangkan pebalap andalan Tim KFC SeanGP, Sean Gelael  yang masih berusia 15 tahun bertengger di urutan keenam dengan nilai 14, setelah pada Race 1 berada di urutan 10 dan pada Race 2 menyodok lawannya ke urutan keempat.

NANAN TAMPIL

Pada perlombaan Minggu yang dimulai dengan pemanasan pada pukul 08.30 WIB, akan dilangsungkan laga Race 3 dan Race 4 serta “Super Pole” dan petang hari kelas legenda (veteran) diikuti ketua umum PP IMI Nanan Soekarna, Adiguna Sutowo, Hutomo MP, Chepot Hanni Wianto, Beng Soeswanto, Ricardo Gelael dan yang lainnya.

Mengomentari perlombaan hari pertama itu, Sean Gelael yang pada musim lomba 2011 bertarung dalam 11 lomba di Eropa, mengatakan cuaca panas dan hujan yang berganti-ganti, menyebabkan masalah, karena hal itu berpengaruh dengan setting ban dan mesin.

“Semoga besok (hari ini-Minggu) kita dapat mengatasi hal ini, artinya agar dapat mengantisipasi kondisi cuaca dengan jenis ban yang akan kita gunakan,” kata Sean, pelajar setingkat SMP pada sekolah internasional di Cita Buana, Jakarta.

Sedangkan rekan setimnya, Sami Luka, senada dengan Sean mengatakan, cuaca sesekali kering, kemudian basah akibat hujan, menyebabkan sulit menerapkan strategi akibat setting yang tidak tepat dengan kendaraan yang siap atau sedang berlomba.

(hari)