Thursday, 20 July 2017

Pemilihan Putri Kopi Indonesia

Senin, 30 Januari 2012 — 22:30 WIB
kopi-n

INDONESIA merupakan negara penghasil kopi ketiga terbesar dunia. Ironisnya, banyak masyarakat yang belum mengetahui kualitas kopi dalam negeri.

Dalam rangka mengenalkan kopi Indonesia ke mancanegara dan masyarakat di sini, Asosiasi Duta Indonesia (ADI) akan menggelar pemilihan Miss Coffee Indonesia 2012 yang dirangkai dengan kegiatan Miss Coffee International.

Ketua Penyelenggara Miss Coffee Indonesia 2012, Kuntari Sapta Nirwandar (tengah) didampingi Ny Vita Gamawan Fauzi (kiri) dan Lanny Rahadi Humas Asosiadi Duta Indonesia (ADI) usai jumpa pers  di Jakarta. (aby)

Indonesia sebagai penggagas sekaligus tuan rumah ajang international ini akan bersaing dengan 26 negara mengenalkan kualitas kopi dalam negeri ke mancanegara.

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Pranoto Soenarto mengatakan, Indonesia memiliki aneka kopi bercita rasa dan aroma  yang berbeda-beda dari tiap provinsi. Kondisi ini tidak dimiliki oleh negara-negara penghasil kopi lainnya. “Keberadaan dan peran Miss Coffee dapat menjadi  stimulan bagi berbagai pihak, terutama bagi kalangan muda untuk lebih mencintai produk dalam negeri,” kata Pranoto di Jakarta, (30/1).

Menurut dia, Miss Coffee dapat mengenalkan berbagai macam kopi Indonesia baik kopi dari dataran tinggi Gayo, kopi dataran tinggi Danau Toba, Java Kopi dari sekitar Bondowoso yang berbeda dengan kopi Arabika dari Tana Toraja dan Manggarai.

Pemilihan Ratu Kopi Internasional – International Queen of Coffe 2012.

Asosiasi Duta Indonesia (ADI) sebagai penggagas even akan didukung berbagai pihak terkait seperti  Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI).
Ketua Penyelenggara Miss Coffee Indonesia, Kuntari Sapta Nirwandar menjelaskan, pemilihan Miss Coffee 2012 ini bertujuan mempromosikan kopi Indonesia yang terkenal dengan keragamaan dan kekayaan varian dan cita rasa.

“Kami  juga ingin mendorong kopi Indonesia lebih dicintai di negerinya sendiri dan digemari di luar negeri. Maka petani kopi akan terangkat harkat martabatnya dan memiliki kesejahteraan. Daerah penghasil kopi di Indonesia juga berpotensi sebagai kawasan agrowisata,” kata Kuntari.

Menurut data, setiap tahun diperkirakan ada 100 miliar cup kopi diseduh setiap hari. Jika diasumsikan ada 10 persen orang Indonesia meminum kopi dari total jumlah penduduk Indonesia, maka estimasi perhitungannya sebagai berikut 10 persen X 237 juta jiwa = 23,7 juta X 7 gram = 165,9 juta gram ton per hari. Jika seseorang minum kopi dua kali sehari maka kebutuhan kopi didalam negeri saja berjumlah 121.107 ton per tahun. Luas area perkebunan kopi Indonesia berkisar 1,3 juta hektar.

“Dengan begini petani kopi Indonesia akan sejahtera. Maka, mulai kini sebaiknya kita menjadi penikmat kopi dalam negeri saja,” kata dia.

Misi Miss Coffee Indonesia adalah juga mendorong kedai kopi untuk menyediakan kopi Indonesia dan lebih banyak lagi penikmat kopi yang mengonsumsi kopi asli Indonesia.
Hubungan Masyarakat (Humas) ADI, Lanny Rahadi menambahkan, dengan adanya ajang ini dapat menjadikan Indonesia sebagai kiblat kopi dunia, sehingga orang tidak lagi mengacu pada kopi Brasil. “Pemilihan ini bukan hanya untuk kepentingan Indonesia juga kepentingan internasional, karena kopi sudah menjadi gaya hidup internasional,” kata dia.

Kontes Miss Coffee Indonesia diawali dengan seleksi di 30 provinsi dan kota, mulai Februari hingga Mei 2012. Tiap provinsi atau kota akan diwakili satu pemenang yang sekaligus menjadi duta daerah. Wakil-wakil yang terpilih akan mengikuti karantina pada 31 Mei 2012 hingga 6 Juni 2012. Malam Grand Final Miss Coffee Indonesia 2012 akan digelar 6 Juni 2012.

Pemenang Miss Coffee Indonesia 2012 akan disertakan pada ajang Miss Coffee International 2012 pada Oktober mendatang di Bali. Dalam penyelenggaraan pertama ini, Indonesia sekaligus ditunjuk menjadi tuan rumah Miss Coffee International 2012 yang diikuti 26 negara. (aby/dms)