Tuesday, 17 September 2019

Kemenakertrans- Tripartit Segera Tuntaskan Revisi Peraturan

Selasa, 31 Januari 2012 — 8:27 WIB
muhaimin-sub

JAKARTA (Pos Kota) – Kemementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans)  bersama dengan Tripartit Nasional segera  menuntaskan pembahasan akhir revisi peraturan-peraturan (regulasi) yang terkait dengan hubungan industrial regulasi.

Menakertans A. Muhaimin Iskandar menjelaskan, revisi peraturan-peraturan  diharapkan dapat mengakhiri adanya multitafsir dari serikat pekerja/buruh dan asosiasi pengusaha.

Revisi peraturan perundangan dibidang ketenagakerjaan yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini antara lain soal sistem pengupahan nasional yang didalamnnya termasuk upah minimum dan komponen hidup layak serta peraturan mengenai penerapan outsourcing dan kerja kontrak (PKWT)

“Unsur Tripartit nasional yang didalamnya terdiri atas unsur pemerintah, serikat pekerja/buruh dan pengusaha tengah menuntaskan pembahasan akhir regulasi-regulasi di bidang hubungan industrial, “kata Muhaimin, Senin sore.

Revisi, lanjutnya, mendesak dilakukan  untuk  memberikan kepastian hukum yang disesuaikan dengan dinamika hubungan serikat pekerja/buruh, pengusaha dan pemerintah yng terjadi di Indonesia.

Dia mengungkapkan, Kemnakertrans saat ini telah  melakukan pengkajian secara komprehensif  terhadap penyempurnaan Permenakertrans No. 17/MEN/VIII/2005 tentang  Komponen  dan Pelaksanaan tahapan pencapaian kebutuhan hidup layak. Hal ini dilakukan sebagai langkah awal pembenahan proses penetapan upah minimum.

Pengkajian yang melibatkan lembaga independen ini kemudian akan dibahas lebih lanjut oleh LKS Tripartit Nasional dan Dewan Pengupahan Nasional.  Revisi penyempurnaan permenakertrans diharapkan dapat dituntaskan pada akhir desember tahun ini, sehingga bisa segera disosialisasikan penerapannya.

“Salah satu materi penkajian adalah adanya usulan terhadap 46 komponen harga Kebutuhan Hidup Layak (KHL)  yang disurvei langsung kelapangan. Beberapa komponen penilaian dan suvey pasar dianggap sudah tidak sesuai  lagi dengan kondisi saat ini, ” kata Muhaimin.

(tri/sir)