Wednesday, 12 December 2018

Lindungi Petani Lokal

Selasa, 31 Januari 2012 — 11:27 WIB

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan merazia buah dan sayuran impor mengandung formalin perlu mendapat apresiasi. Sebab, langkah ini tidak saja sebagai respon adanya indikasi buah dan sayuran impor berformalin yang diduga beredar di pasaran, juga sebagai antisipasi melindungi konsumen dalam negeri.

Ada baiknya sebelum razia digelar serentak mulai pekan depan, petugas dari dinas terkait seperti Petanian, Perdagangan dan UKM terlebih dahulu mengambil sampel buah di sejumlah kios buah dan pasar swalayan. Tujuannya agar terdapat data yang lebih akurat mengenai pemetaan buah impor yang terindikasi mengandung formalin.

Razia buah dan sayuran impor semacam ini seharusnya secara rutin dilakukan oleh instansi terkait, jangan setelah terjadi kasus baru bertindak.

Ini tidak saja terkait dengan ada ya kandungan formalin dan zat pewarna yang dapat membahayakan konsumen, tetapi lebih jauh lagi bertujuan melindungi petani dalam negeri.

Kita tentu tidak alergi terhadap buah impor sepanjang tidak membahayakan konsumen. Kita juga tidak akan menolak buah impor, jika prosedur impor memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Tetapi, kita menolak barang impor, jika dilakukan dengan cara yang tidak benar, ilegal.

Hanya saja dengan membanjirnya buah impor secara tidak langsung telah mematikan petani dalam negeri.
Tidak sedikit petani lokal gulung tikar karena hasil produknya kalah bersaing dengan buah impor. Contohnya petani jeruk di Sulawesi Utara dan petanmi bawang di Brebes Jawa Tengah. Tak jarang para petani ini demo menolak buah dan sayuran impor, tetapi hasilnya masih nihil.

Buah dan sayuran impor terus saja menyerbu pasatr dalam negeri. Data dari Koperasi Kontak Tani Nelayan Nasional (KTNA) menyebutkan bahwa defsit perdagangan kita dari sayur dan buah mencapai Rp18 triliun. Artinya sangat besar peluang petani lokal yang telah direbut oleh petani dari negara lain.

Kita memang sulit menolak produk impor karena tekah terjebak kepada sistem perdagangan bebas. Yang harus dilakukan adalah bagaimana mencari jalan melindungi petani lokal dari kebangkrutan.

Temuan banyaknya buah dan sayur impor yang mengandung formalin dan zar pewarna, mestinya dijadikan awal kebangkitan melindungi petani lokal, misalnya melakukan protes terhadap negara pengekspor. Jika perlu stop sementara (moratorium) buah impor seperti jeruk, apel, anggur, pisang, mangga, dan semangka. (*)