Saturday, 22 September 2018

Pabrikan Honda Rugi Rp 15,7 Triliun

Kamis, 2 Februari 2012 — 17:22 WIB
honda

BENCANA Tsunami di Jepang Maret 2011 dan banjir bandang yang melanda Thailand menjelang akhir 2011, telah menyebabkan 260 ribu mobil Honda tidak terkirim untuk pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dampaknya, keuntungan bersih tahunan Honda Motor Co turun Rp 233,04 triliun (215 miliar Yen) dibandingkan tahun lalu.

Dalam pengumuman resmi HMC, kedua bencana alam itu selain menyebabkan penurunan laba bersih sebesar 59,7 persen dibandingkan tahun lalu, sebagai akibat tidak terkirimnya 260 ribu unit mobil Honda ke pasar Asia Tenggara, juga menyebabkan total penjualan kuartal ke-3 merosot delapan persen. Kerugian itu masih harus ditambah dengan penguatan nilai Yen yang menyebabkan laba terkikis sebebsar 131 miliar Yen atau Rp 15,7 triliun.

Tentunya, pada masa mendatang Honda Motor Co tidak menginginkan hal itu terulang lagi, karena telah membawa kerugian yang sangat besar bagi perusahaan otomotif Negara Matahari Terbit tersebut. Untuk itulah, Honda Thailand telah bekerjasama dengan pihak pertamanan setempat untuk membangun tanggul di sekitar area pabrik, guna menghalangi masuknya air ke lokasi pabrik bila terjadi banjir.

Pihak pabrikan Honda telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Negara Gajah Putih tersebut guna mengambil langkah pencegahan dan penanggulangan bencana banjir di masa mendatang, diantaranya dengan pembangunan tanggul tersebut.

Seperti diketahui, pabrik Honda di Thailand merupakan basis perakitan mobil Honda Civic, CR-V, Accord, Jazz dan mobil teranyar keluaran Honda yakni Brio. Dampak banjir bandang Thailand itu juga telah menyebabkan ketidak pastian peluncuran model terbaru dari Civic dan CR-V di Indonesia. (bambang/b)