Monday, 19 November 2018

HGB Situ Cipondoh Digadaikan ke Bank

Jumat, 3 Februari 2012 — 23:18 WIB
ilushgb

TANGERANG (Pos Kota) – Masyarakat dan anggota DPRD Kota Tangerang menggugat pengembalian Situ Cipondoh seluas 100 hektar lebih dari pengelolaan PT GTP. Tahun 1993 PT GTP diserahi Pemprov Jawa Barat (Banten masih belum jadi provinsi) mengelola Situ Cipondoh untuk mengembangkan wisata air. Namun, hasilnya nihil.

”Sudah 19 tahun tak ada pengembangan wisata air di Situ Cipondoh,” kata Imron, warga Sukasari.

Haru, warga Babakan, menambahkan sudah sewajarnya bila kesepakatan antara Pemprov Jabar-PT GTP bisa dianggap batal dan pengelolaannya diserahkan kepada Pemkot Tangerang.

Edy HAM, anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, menyatakan telah terjadi pembiaran pengelolaan dan perawatan Situ Cipondoh oleh PT GTP. Sebab itu, Pemkot Tangerang bersama Pemprov Banten harus mencari solusi untuk pembatalan kesepakatan antara Pemprop Jabar-PT GTP itu.

Padahal keberadaan situ terbesar di Kota Tangerang sangat bermanfaat bagi daerah dan masyarakat. Selain bisa dinormalisasi menjadi daerah tangkapan air, juga dapat dikembangkan menjadi bahan baku penyediaan air bersih oleh PDAM Kota Tangerang, atau menjadi lokasi wisata masyarakat seperti berkembang saat ini.

”Sisi lainnya, ya harus ada perawatan memadai di situ ini, jangan sampai tanggul-tanggul yang ada jebol,” katanya sambil mengingatkan jebol tanggul Situ Gintung harus menjadi pelajaran.

LAPOR PRESIDEN
Sebelumnya Walikota Tangerang H. Wahidin Halim terkejut mengetahui pengelolaan Situ Cipondoh masih dikuasai PT GTP. Informasinya sertifikat HGB Situ Cipondoh seluas 126 hektar telah digadaikan ke salah-satu bank Singapura.

Wahidin yang kedatangan pengembang yang minta izin menanamkan modal di areal situ tersebut, tak bisa memberi izin karena terbentur masalah di atas.

Untuk itu Wahidin akan mengirimkan surat pengaduan kepada Presiden SBY. Namun, belum diketahui kapan surat pengaduan itu akan dilayangkan. (djamal/b)

Teks :Situ Cipondoh yang dikelola kelompok masyarakat untuk lokasi rekreasi kini menjadi daerah kunjungan wisata. (djamal)