Thursday, 20 September 2018

Mesum Di Bedug Subuh

Jumat, 3 Februari 2012 — 23:53 WIB
nah-ini-dia5febcopy

Nah ini dia…….:

MESUM DI BEDUG SUBUH – Warga sudah lama curiga bahwa Ny. Sumiati, 27(bukan nama sebenarnya), ada main dengan tamunya. Maka saat Bakir, 33 (bukan nama sebenarnya), bertamu tengah malam ke rumah wanita yang ditinggal suami kerja, penduduk memonitor. Tapi ditunggu dari pukul 22.00, baru bedug subuh pukul 04.00 keduanya terlihat nyata berhubungan intim. Langsung digerebeglah pasangan mesum itu.

Yang ganas itu bukan kanker saja lho. Duda usia muda juga bisa ganas luar biasa. Sebab ibarat orang merokok, kalau sama sekali belum pernah tahu nikmatnya tembako, seumur-umur tak merokok juga nggak apa-apa. Karena itulah jadi bujang tua hingga usia 40 tahun banyak yang tenang-tenang saja. Tapi seorang duda, karena sudah tahu lezatnya “djisamsu” tanpa filter, seminggu tak merasakan tembakau Madura yang manis baunya bisa pusing tujuh keliling.

Bakir warga Desa Sukamenang Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim (Sumsel), rupanya demikian juga. Sejak cerai dengan istrinya setahun lalu, praktis dia tak pernah lagi merasakan nikmatnya tembakau Amerika yang dicampur dengan cengkeh yang halus rajangannya. Maka sekarang bawaannya pusing melulu. Pusing gajian tanggal 10 sudah ludes, itu biasa. Tapi pusing gara-gara tembakau madura yang harum baunya, wooo……bisa kalap.

Ini dialami ketika kenalan dengan  Sumiati warga Desa Permata Baru, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Meski sudah tahu bahwa perempuan itu punya suami, karena memberi angin, diterjang juga. Bagaimana tidak memberi angin? Karena Sumiati selalu menganjurkan, kalau mau main ke rumah sebaiknya setelah pukul 21.00 saja. “Suami saya kan kerja di luar kota,” kata Sumiati lebih rinci.

Biar orang kampung Sumiati ini memang cantik, tak kalah dengan Angelina Sondakh politisi Demokrat. Cuma dia tak suka apel Malang ataupun apel Washington, kecuali duku Palembang saja. Suwerrrr, bodi Sumiati sungguh menggamit rasa merangsang pandang. Maka Bakir duda yang sudah lama gencatan senjata, pengin segera merasakan nikmatnya tembakau Madura yang harum baunya itu.

Sesuai juklak dari Sumiati, Bakir baru berani main ke rumah gendakannya sekitar pukul 21.00. Nanti pulang-pulang sudah menjelang bedug subuh. Langkahnya mantep, tatapan ke depan meyakinkan. Maklumlah, ibarat mobil dia baru saja “tune up”, lengkap dengan sporing balansing dan amplas platina. Sejak itu Bakir tak pernah pusing-pusing lagi. Karena tanpa menikah lagi pun, sudah bisa kembali merasakan nikmatnya tembakau Madura yang lembut rajangannya.

Rupanya Bakir – Sumiati tak sadar bahwa warga dan tetangga selalu memantau gerak gerik mereka. Maka seperti beberapa hari lalu, begitu Bakir datang masuk rumah, pintu ruang tamu lalu dimatikan. Padahal warga sekitar seperti dikomando segera mengadakan pengintipan. Ternyata Bakir dan Sumiati belum mengadakan kegiatan yang signifikan. Mereka hanya tidur satu ranjang, dan kemudian tidur betulan. Para pengintip pun sangat kecewa dibuatnya.

Pukul 04.00 kembali warga di luar mengintip. Ini dia! Yang ditunggu-tunggu pun tiba. Mereka dengan nyata melihat Bakir – Sumiati sedang bersetubuh bak suami istri. Yakin dengan bukti yang ditunggu sejak sore, penggerebekan pun dilakukan. Bakir tak berkutik ketika warga menyeretnya keluar dan menghajarnya hingga babak belur. Sedangkan Sumiati, sebagai pelajaran rambutnya juga dipotong-potong. Malam itu juga keduanya dibawa ke rumah Pak Kades. Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku baru dua kali bersetubuh. “Habisnya, suamiku baru pulang setengah bulan sekali,” kata Sumiati mencari pembenaran.

Belum suami jadi Bang Toyib, sudah pusing kamu. (SP/Gunarso TS)

  • Rick

    Woi pepek
    usah buat lagi