Wednesday, 14 November 2018

Penderita Kanker Melonjak

Jumat, 3 Februari 2012 — 18:29 WIB
abu

JAKARTA (Pos Kota) – Penyakit kanker membunuh lebih banyak manusia dibandingkan penyakit lainnya seperti HIV/AIDS, malaria, atau TBC.

“Bila penduduk dunia tidak melakukan tindakan apa pun, diperkirakan pada tahun 2030 terjadi lonjakan penderita kanker 300 persen,” kata Prof. Dr. dr. Soehartati Gondhowiardjo, Kepala Departemen Radioterapi RS Cipto Mangunkusumo, Jumat (3/2).

Data International Union Against Cancer (UICC) menunjukkan pada 2008 terdapat 12,4 juta kasus kanker baru, 7,6 juta kematian akibat kanker, dan 25 juta orang hidup dengan kanker.

“Sepertiga dari seluruh kasus kanker dapat disembuhkan bila ditemukan dan diobati secara dini. Dan, 43 persen kanker bisa dicegah,” papar Soehartati.

Dia menuturkan selama ini masyarakat kurang informasi tentang penyakit kanker, sehingga sering menyebabkan pasien terlambat mendapatkan pengobatan.

Untuk itu, katanya, dalam menyambut Hari Kanker Sedunia yang jatuh 4 Februari, Comprehensive Cancer Care Clinic (4C) Departemen Radioterapi RSCM, bersama Cancer Information and Support Center (CISC), dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI), mengadakan kegiatan Cancer Awareness.

Tujuannya untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian masyarakat luas di Indonesia, tentang bahaya kanker dan cara pencegahannya. Tema Hari Kanker Sedunia 2012 ini adalah Together It’s Possible.

Soehartati menuturkan 30 persen kematian akibat kanker disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.

“Kita dapat mengambil peran dalam pencegahan kanker dengan menjalani pola hidup sehat, seperti stop tembakau, hindari alkohol, hindari obesitas, perbanyak makan buah dan sayur, serta olah raga teratur,” ungkapnya.

Kelima pola hidup sehat tersebut, selain deteksi dan pengobatan dini, katanya, akan menjadi pesan utama bagi masyarakat umum, dan akan dideklarasikan bersama oleh seluruh pihak, tenaga medik, dan lainnya pada Gerakan Peduli Kanker di Stadion Gelora Bung Karno, pada Minggu pagi 5 Pebruari esok.

Ada beberapa kegiatan yang diadakan dalam rangkaian Hari Kanker Sedunia tersebu, di antaranya pembagian makanan sehat bagi pasien kanker tidak mampu, deklarasi Pola Hidup Sehat, round table discussion tentang isu seputar pengobatan kanker saat ini, dan charity nite berupa malam penggalangan dana untuk pembiayaan rumah singgah bagi pasien kanker.

“Khusus untuk acara Minggu pagi, akan ada pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara secara gratis, konsultasi seputar kanker, dan senam pagi bersama,” tambahnya. (aby/b)

Teks : Soehartati Gondhowiardjo, Kepala Departemen Radioterapi RS Cipto Mangunkusumo