Tuesday, 23 October 2018

Kantor PN Surabaya Terbakar

Sabtu, 4 Februari 2012 — 22:25 WIB

SURABAYA(Pos Kota)-Kantor Pengadilan Negeri Surabaya, di Jl Raya Arjuno sekitar pukul 01.00, Sabtu (4/2)terbakar. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut namun jumlah kerugian akibat peristiwa ini mencapai ratusan juta.

Selain kerugian, puluhan arsip kepegawaian serta berkas-berkas persidangan yang tersimpan di lantai III juga ikut hangus terbakar.

Menurut keterangan, api pertama kali diketahui oleh Bambang, seorang penjaga Apotek yang sedang nongkrong di depan kantor PN sekitar pukul 01.00 WIB.

Bambang melihat api berkobar pada ruang kepegawaian di lantai III. Mengetahui hal ini Bambang segera melaporkan peristiwa ini ke polisi yang berjaga di SPBU. Akhirnya dari laporan itu 12 unit mobil PMK datang dan langsung melakukan memadamkan.

Kemudian amukan si jago merah ini berhasil dikendalikan. Sementara menurut Kasie Pengendalian dan Pencegahan Petugas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Ari Subekti, menuturkan kalau dirinya mendapatkan informasi sekitar pukul 01.30, dan tiba dilokasi api sudah besar dan hampir melahap habis bangunan tiga lantai ini. “Unit PMK ini saya turun dari Pasar Turi, Rungkut, Wiyung, Margorejo dan Menur. Selain armada yang cukup, bangunan ini juga bersahabat bagi kami. Mobil pemadam mudah mendekat ke lokasi dan air mudah di dapat,” kata Ari di lokasi.

Hingga saat ini penyebab kebakaran ini belum diketahui. “Namun seorang saksi mata ada yang mengaku mendengar bunyi ledakan 20 menit sebelum kebakaran ini terjadi,” kata Kapolsek Sawahan Kompol Aris Yudha Legawa.

Menurutnya api meludeskan empat ruang di lantai III. Keempat ruangan ini adalah ruang kepegawaian, ruang keuangan, Bagian umum dan setengah ruang data Arsip. Namun apa penyebab kebakaran ini Aris mengaku belum tahu

Sementara Ketua Pengadilan Negeri Surabaya Heru Pramono memastikan tidak ada arsip perkara yang terbakar. ini diketahui setelah ruang bagian hukum lantai tiga yang sebagian dipakai untuk penyimpanan arsip perkara hanya hangus sebagian, tidak sampai merembet ke tumpukan arsip.
Kondisi bagian umum sempat membuat Heru ketir-ketir. Pasalnya, di bagian ini biasanya berkas putusan banding Pengadilan Tinggi Surabaya dan kasasi Mahkamah Agung diterima pertama sebelum dimintakan disposisi ke ketua PN.

“Tadi saya langsung cek ada gak kiriman berkas perkara dari PT dan MA yang belum dilaporkan ke saya jumat kemarin, ternyata tidak ada, syukurlah,” terangnya.(nurqomar)