Saturday, 21 October 2017

Ibramsjah Tuding SBY Tidak Fokus, Permadi Anggap Paradoks

Minggu, 5 Februari 2012 — 22:05 WIB
Sby jumpers-2

JAKARTA (Pos Kota) – Pengamat politik Universitas Indonesia Prof Ibramsjah mengatakan pernyataan SBY tidak fokus, terlalu mengambang dan bias kemana-mana.

Sebetulnya sederhana saja, SBY agar menon-aktifkan kadernya yang terbelit kasus hukum dan jadi tersangka kalau Partai Demokrat tidak ingin menjadi bulan-bulanan di tengah masyarakat.
Karenanya, citra Partai Demokrat dari hasil survei terus merosot sejak kader-kadernya termasuk Anas disebut-sebut terlibat dalam dugaan kasus korupsi Wisma Atlet Sea Games.

Menurut Ibram, pernyataan SBY itu tidak sesuai dengan harapan masyarakat yang menghendaki agar Anas non-aktif. “Pidato SBY malah kemana-mana tidak fokus,” papar Ibram.

PARADOKS

Anggota Dewan Penasehat Partai Gerindra, Permadi mengatakan SBY adalah orang yang paling bertanggung jawab atas keterpurukan PD.

“Sebagai ketua dewan pembina (Kawanbin) seharusnya SBY mampu membina dan merekrut kader-kader yang jujur dan bertanggung jawab. Tapi kenyataannya PD makin terpuruk dan pengurus intinya terlibat korupsi. Padahal dalam iklan di televisi mereka mengaku anti korupsi. Ini paradoks,” ucap dia.

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Marzuki Alie mengatakan, pernyataan SBY sudah sangat tegas dan menjawab semua pertanyaan selama ini. Oleh karena itu ia mengimbau  kader untuk mematuhi seluruh pernyataan Kawanbin tersebut.

“Jangan lagi ada upaya membelokkan masalah hukum ke arah seolah-olah ada konflik internal di tubuh Demokrat. Semua kader PD harus menjalankan semua arahan dari Kawanbin tersebut,” ujar Marzuki ketika dihubungi di Jakarta, Minggu (5/2).

Pidato SBY itu menurut Marzuki juga merupakan teguran yang sangat keras kepada kader-kadernya yang belum pernah dilakukannya. Seluruh kader seharusnya kompak dan tidak melakukan langkah-langkah munculnya dugaan adanya perseteruan.  ((johara/m1/us/o)

 

  • UNTUNG

    kalau pembina bina dong anggotanya jangan nggak jelas kalau begini cuma dua katagori nggak mampu atau bohong

  • http://twitter.com/DamoraJhon jhon JUAN damora

    Tiori Capstok,kelihatan sudah di depan mata.jangan terburu nafsu kalau sudah matang jatuh sendiri he he he.
    Pakta persidangan semua di abaikan ini sedah keterlaluan kepada siapa kita mencari keadilan lagi. Tobat tobat