Sunday, 23 September 2018

Pilot Nyabu, Lion Serahkan ke BNN

Minggu, 5 Februari 2012 — 19:02 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Direktur Operasional Lion Air Ertata Lananggalih menyerahkan sepenuhnya kasus penangkapan pilotnya SS yang kedapatan menggunakan dan menguasai sabu-sabu di Hotel Garden Palace, Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (4/2/2012) kepada pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) .

“Kami sudah menerima informasi itu dari BNN, untuk selanjutnya silakan menghubungi humas kami untuk lebih jelas,” ujar Direktur Operasional Lion Air, Ertata Lananggalih.

Padahal saat ditangkap pukul 03:00 dinihari, hari itu juga SS pada jam 06:00 mempunyai jadwal menerbangkan tujuan Surabaya-Ujung Pandang-Balikpapan-Surabaya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyusun draft peraturan terkait pengawasan narkoba oleh maskapai penerbangan. Peraturan mewajibkan maskapai menyusun dan melakukan program pengawasan penggunaan narkoba.

“Dalam waktu dekat aturan tersebut akan ditetapkan,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, Bambang S Ervan. “Selama ini pengawasan penggunaan narkoba belum bersifat kewajiban, tapi hanya bagian dari pemeriksaan kesehatan.”

Sebelumnya, Kemenhub dan BNN juga telah menandatangani peraturan bersama tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Pada Transportasi Darat, Laut, Udara dan Kereta Api, pada 30 Januari 2012. Peraturan tersebut bertujuan mengantisipasi penyalahgunaan dan penggunaan narkoba.

“Kerjasama sebagai langkah antisipasi Kemenhub karena tidak bisa mengawasi perilaku keseharian para petugas di sektor transportasi,” katanya.

Sebelumnya pilot SS ditangkap petugas BNN, Sabtu lalu tengah bermain kartu bersama tiga pilot lainnya di kamar 2109. Petugas menemukan bong berisi shabu 0,04 gram. Hasil tes urine,
diketahui SS positif menggunakan shabu. Sementara, hasil tes urine kepada tiga pilot lainnya adalah negatif. Dengan ditangkapnya SS telah menambahkan panjang daftar pilot Lion Air yang ditangkap karena narkoba.

Sebelumnya BNN pernah menangkap pilot Lion Air bernama Hanum Adhyaksa di sebuah kamar karaoke Grand Clarion Makassar, Sulsel, pada 10 Januari 2012, dengan barang bukti satu kantong plastik shabu‑shabu 0,9 gram. Pada pertengahan 2011, pilot Lion Air lainnya bernama Muhammad Nasri tertangkap basah tengah berpesta sabu dan pil ekstasi bersama rekannya Husni Thamrin (kopilot) dan Imron, di Apartemen The Colour, Modernland, Kota Tangerang.
Kemudian pada 6 April 2011, awak kabin Lion Air, bernama Winnie Raditya juga pernah tertangkap karena kedapatan menyimpan sabu di pakaian dalamnya. Winnie ditangkap Polres Jakarta Pusat di kosannya di Karet, Tanah Abang. (dwi)